Kecewa Berat dan Salahkan Anies yang Berikan Izin DWP 2019, Eks Relawan Anies-Sandi Akan Gelar Unjuk Rasa di Balai Kota

Abadikini.com, JAKARTA – Sekelompok Aliansi Eks Tim Relawan Pemenangan Anies-Sandi yang tergabung dalam Forum Masyarakat Cinta Jakarta (FM-CJ) dan Aliansi Bersama Cinta Djakarta (ABCD) mengancam akan berunjuk rasa ke Balaikota DKI Jakarta, Jalan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat pada Kamis, (12/12/2019) mendatang .

Rencananya FM-CJ dan ABCD akan menurunkan 200 orang peserta unjuk rasa dengan tuntutan mendesak Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan agar mencabut dan membatalkan izin penyelenggaraan Djakarta Warehouse Project (DWP) 2019 yang berlangsung selama tiga hari, pada tanggal 13 sampai dengan 15 Desember 2019 mendatang di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat.

Unjuk Rasa nantinya akan dipimpin oleh Moh. Sofian (Jack S.P) selaku Ketua FM-CJ yang juga eksponen tim relawan Anies-Sandi 2017 silam.

Sikap Tegas M. Sofian mendesak pihak Ismaya Group selaku Event Organnizer (EO) untuk menghentikan penyelenggaraan DWP 2019 yang kerap tiap tahunnya kian di gelar di wilayah hukum DKI Jakarta. Pasalnya, DWP bertentangan dengan nilai budaya ketimuran dan norma-norma agama serta nilai- nilai kebudayaan Indonesia.

Pihaknya menolak keras penyelenggaraan Djakarta Warehouse Project (DWP) tersebut, karena dianggap telah melanggar Peraturan Gubernur (Pergub) DKI Jakarta Nomor 18 tahun 2018 tentang penyelenggaraan usaha pariwisata.

“Menurut kami, dalam penyelenggaraan event DWP tersebut, dianggap akan berdampak buruk terhadap nilai-nilai sosial serta norma agama. Dengan bentuk tampilan pertunjukkan budaya yang tidak mencerminkan kebudayaan dan kearifan lokal, sehingga terkesan memaksakan harus menerima kebiasaan perilaku budaya asing,” tegas Sofian saat dihubungi Abadikini.com, Minggu (8/12/2019).

Ia juga meminta kepada Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan peka kesadarannya dan tidak selalu memberikan izin kepada setiap acara atau kegiatan seperti penyelenggaraan Dugem yang memakai istilah DWP ini.

“Perlu harus dievaluasi apa dampak kepada masyarakat khususnya muda-mudi milenial yang akan hadir di acara DWP nantinya. Event tersebut dirasakan tidak ada banyak manfaatnya, bahkan tidak harus melihat dari sisi ekonomis, tetapi lihatlah dari sisi keberlangsungan budaya dan juga norma-norma di masyarakat, terutama dikalangan anak muda,” ujar Sofian.

Selanjutnya, M. Furqon, Pimpinan ABCD turut mendesak Gubernur DKI Jakarta untuk membatalkan ijin DWP, karena diduga melanggar Pergub Nomor 18 tahun 2018 serta mendesak PT Ismaya selaku promotor acara DWP untuk membatalkan acara DWP.

“Acara DWP diduga akan melanggar norma-norma agama, budaya, dan nilai-nilai yang ada di tengah masyarakat, bahkan tidak bijak dalam melestarikan budaya daerah juga disinyalir akan merusak citra bangsa dan negara ini,” tegas M. Furqon kepada Abadikini.com, Minggu (8/12/2019).

Nampaknya Rencana Unjuk Rasa tersebut akan dilaksanakan pada hari Rabu, 12 Desember 2019 pukul 08.00 sampai dengan 16.00 wib di Kantor Gubernur DKI Jakarta dengan estimasi massa sekitar 200 orang peserta unjuk rasa.

Berdasarkan keterangan dari surat pemberitahuan yang telah ditujukan kepada Intelkam Polres Jakarta Pusat, Unjuk Rasa akan dipimpin langsung H. Hari Aminudin dari unsur Aliansi Forum Suara Jakarta Anti Kemaksiatan selaku koordinator Aksi dan M. Furqon pimpinan dari ABCD.

Topik Berita

Baca Juga

Berita Terkait
Close
Back to top button
Close