Trending Topik

Komisi HAM India Selidiki Polisi Tembak Mati 4 Tersangka Pemerkosaan

Abadikini.com, JAKARTA – Komisi Hak Asasi Manusia (HAM) Nasional India tengah menyelidiki seorang polisi yang menembak mati empat tersangka pemerkosaan dan pembunuhan yang mencoba kabur saat rekonstruksi kejadian. Muncul tuduhan bahwa polisi sengaja menembak mati keempat tersangka untuk meredakan kemarahan publik.

Diketahui bahwa tindak pemerkosaan dan pembunuhan terhadap seorang dokter hewan berusia 27 tahun yang dilakukan empat tersangka itu memicu kemarahan publik dan mendorong digelarnya unjuk rasa besar-besaran di berbagai wilayah India selama beberapa hari terakhir. Dalam kasus yang terjadi di Hyderabad itu, korban tidak hanya diperkosa tapi juga dibunuh lalu jenazahnya dibakar di bawah sebuah jembatan sepi.

Seperti dilansir AFP, Sabtu (7/12/2019), empat tersangka dalam kasus itu yang telah ditahan selama seminggu, melakukan rekonstruksi kejadian pada Jumat (6/12) pagi waktu setempat. Namun tiba-tiba para tersangka merebut pistol polisi yang mengawal mereka. Keempat tersangka itu pun ditembak mati polisi di lokasi rekonstruksi kejadian.

Kematian empat tersangka itu menuai pujian dan dirayakan oleh publik setempat. Ratusan orang bahkan mendatangi lokasi kejadian dan menghujani polisi dengan kelopak bunga. Para politikus, selebriti dan bintang olahraga di India juga memuji polisi via media sosial.

Pada Sabtu (7/12) pagi waktu setempat, polisi tersebut masih berada di lokasi. Para pengguna kendaraan yang melintas, menghentikan mobil mereka untuk mengambil foto mereka.

Di sisi lain, aksi si polisi menembak mati empat tersangka pemerkosaan itu menuai kecaman. Seorang pengacara untuk Mahkamah Agung menyebutnya sebagai ‘pembunuhan berdarah dingin’ dan Amnesty International menyebutnya sebagai ‘eksekusi mati di luar hukum’ serta meminta insiden ini diselidiki.

Laporan media lokal, Indian Express, menyebut bahwa rekonstruksi kejadian pada Jumat (7/12) waktu setempat, diawasi oleh seorang pejabat kepolisian yang pernah terlibat dua insiden serupa beberapa tahun lalu.

Disebutkan bahwa sang pejabat kepolisian yang tidak disebut namanya itu disebut terlibat dalam insiden saat tiga tersangka kasus serangan air keras tewas dibunuh di sebuah hutan setempat tahun 2008 lalu.

Pengadilan Tinggi di Telangana, yang menjadi lokasi kejadian, memerintahkan agar keempat jasad tersangka diawetkan hingga Senin (9/12) malam dan agar autopsi terhadap keempat jasad itu direkam.

Tim dari Komisi HAM Nasional mendatangi lokasi kejadian pada Sabtu (7/12) waktu setempat. Komisi HAM Nasional menyatakan bahwa pihaknya khawatir bahwa ditembak matinya empat tersangka pemerkosaan itu akan ‘mengirimkan pesan salah kepada masyarakat’.

“Jika, tersangka yang ditangkap sungguh bersalah, mereka akan dihukum sesuai dengan putusan pengadilan yang kompeten,” tegas Komisi HAM Nasional dalam pernyataannya.

Kepolisian Hyderabad sebelumnya menyebut keempat tersangka itu telah mengakui tindakan bejatnya yang dilakukan pada 27 November lalu.

Sumber Berita
detik

Baca Juga

Berita Terkait
Close
Back to top button