Mantan Relawan Jokowi Pesimis FPI Jadi Parpol dan Lolos Treshold

Abadikini.com, JAKARTA – Erwin Papilaya mantan relawan Duta Jokowi menanggapi wacana usulan agar Front Pembela Islam (FPI) bertransformasi menjadi partai politik yang diutarakan oleh Wakil Ketua Umum Gerindra Arief Poyuono.

Menurutnya, dia sangat yakin jika FPI tidak akan mau dan mampu menjadi partai politik karena memang tidak memiliki kuantitas dan kualitas massa yang jelas.

Menurutnya jadi partai politik itu tidak mudah, harus memiliki infrastruktur jaringan yang solid, basis massa yang luas dan basis dana yang kuat. Dari sisi antar  sesama Ormas Islam saja jaringan dan infrastruktur FPI kalah jauh dibanding NU, Muhammadiyah, Persis dan lainnya.

“FPI mau didorong jadi parpol, mana mau. Kalau toh mau juga nggak akan mampu. Kalau misalnya mau dan mampu jadi parpol, saya yakin nggak lolos parliamentary treshold. Sumpah deh berani taruhan”, tutur pria yang akrab disapa EP kepada Abadikini.com, Minggu (1/12/2019).

EP menegaskan bahwa FPI merasa lebih nyaman menjadi Ormas Islam karena dari sisi politik elektoral dapat mudah berjualan jumlah massa ke sejumlah partai Islam atau bahkan ke partai nasionalis sekuler, selama ada agenda, isu, kepentingan atau bahkan angkanya cocok.

Perihal pencapresan Rizieq Shihab. Menurutnya, FPI dapat menawarkan Rizieq Shihab sebagai Capres alternatif. Namun menurutnya hal tersebut hanya sebatas wacana yang tidak akan pernah dianggap atau disambut dengan serius oleh partai politik yang ada karena lagi-lagi kembali ke hal-hal mendasar seperti kekuatan massa dan dana.

“Rizieq Shihab bisa saja ditawarkan oleh FPI ke parpol sebagai capres alternatif. Tapi kembali lagi ke daya ungkit FPI itu sendiri yang hanya ormas dan isi kantong Rizieq Shihab untuk jadi Capres. Bayar denda overstay di Arab Saudi aja sulit apalagi bayar parpol untuk kendaraan pilpres,” pungkasnya.

 

Waketum Gerindra Usul FPI Jadi Parpol

Sebelumnya,  Wakil Ketua Umum Gerindra Arief Poyuono mengusulkan agar FPI tidak selalu dijadikan persoalan, ada baiknya FPI menjadi partai politik.

Bila FPI memenuhi persyaratan sebagai partai politik, maka perdebatan mengenai ideologi FPI akan selesai dengan sendirinya karena status sebagai partai politik peserta pemilu memberikan kepastian ideologi FPI adalah Pancasila.

Usul menarik itu disampaikan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono seperti dilansir dari laman RMOL, Minggu, (1/12/2019).

“Supaya FPI enggak selalu dipersoalkan kalau buat acara, dan terjadi pro kontra di masyarakat,  usul saya FPI dari ormas jadi parpol aja. Jadi jelas ideologinya pasti Pancasila,” katanya sambil mengatakan menjadi kewajiban partai politik untuk mencantumkan Pancasila sebagai ideologi di dalam Anggaran Dasar.

Selain untuk memastikan ideologi Pancasila, skala FPI juga jadi dapat diketahui dengan pasti apakah mereka memang bisa memiliki perwakilan di 75 persen Kabupaten/Kota dan 33 Provinsi di Indonesia.

“Ide NKRI Bersyariah yang diperjuangkan FPI selama ini bisa terealisasi jika FPI jadi parpol dan jadi pemenang mayoritas,” ujarnya lagi.

Bagi FPI sendiri, jika menjadi parpol mereka dapat mengukur berapa persen simpatisannya dari total pemilih tetap di pemilu 2024.

“Dan Habib Rizieq itu punya potensi loh untuk jadi Presiden Indonesia jika FPI jadi parpol,” masih katanya.

Dengan FPI jadi parpol  jadi tidak ada yang bisa mempermasalahkan setiap aktivitas FPI dan Habib Rizieq pasti akan mudah untuk balik ke Indonesia,” demikian Arief Poyuono.

Topik Berita

Baca Juga

Back to top button
Close