Trending Topik

Melihat Terapi Lepas Tali Pocong Ala Ningsih Tinampi

Abadikini.com, PASURUAN – Pengobat alternatif Ningsih Tinampi juga melayani terapi lepas tali pocong. Terapi ini diperuntukkan bagi pasien yang terkena santet atau teluh yang penanganannya serius.

Pasien yang ingin mendapatkan terapi lepas tali pocong harus mengeluarkan biaya mahal. Dilihat di daftar tarif yang tertempel di loket, biayanya mencapai Rp 10 juta. Tarif itu disebut untuk jalur privasi atau khusus.

Dengan tarif tersebut, pasien akan mendapatkan pengobatan secara bertahap. Mulai dari lepas tali pocong, pembersihan hingga penyembuhan.

“Barusan selesai terapi tahap pertama. Nanti ke sini lagi,” terang pasien perempuan asal Riau, di tempat pengobatan Ningsih Tinampi, Desa Karangjati, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan, Kamis (28/11/2019) seperti dilansir dari detikcom.

Berdasarkan pantauan di lokasi, terdapat sejumlah pasien yang mendapatkan terapi lepas tali pocong. Proses terapi secara umum sama dengan terapi lainnya.

Sebelum memulai pengobatan, Bu Ning, sapaan Ningsih Tinampi, berdoa. Ia kemudian memijat tubuh pasien. Bedanya dalam terapi ini, ada gerakan seolah melepas tali pocong dari kepala pasien.

Seperti diketahui selain lepas pocong, terdapat terapi pasien yang penyakitnya tak membutuhkan waktu panjang untuk penyembuhan. Terapi ini dikenai tarif hanya Rp 300 ribu untuk reguler. Namun banyak pasien yang memilih jalur khusus dengan membayar Rp 1,5 juta karena antrean sangat banyak.

“Kalau reguler, daftar hari ini gilirannya Januari 2021. Kalau jalur khusus ada 400 antrean pasien. Tapi sementara ditutup karena Bu Ning akan umrah tanggal 15,” terang petugas pendaftaran, Febi.

Pantauan detikcom, ratusan orang mengantre di rumah Ningsih. Antrean meluber hingga rumah-rumah warga. Mereka merupakan pasien yang dijadwalkan ditangani hari ini.

Sebagian lagi, datang untuk mendaftar kemudian pulang. Banyak juga pasien yang menyewa home stay di sekitar lokasi sambil menunggu giliran diobati.

Ningsih dalam beberapa kesempatan mengatakan 80 persen pasiennya sakit non-medis.

Topik Berita

Baca Juga

Back to top button
Close