Penolakan atas Ahok, Indikasikan BUMN Terpapar Radikalisme

Abadikini.com, JAKARTA – Sosok Basuki Tjahaja Purnama atau yang biasa disapa Ahok memang kontroversial, bahkan saat akan menjabat di BUMN. Banyak yang mendukung, tapi tidak sedikit yang menolak.

Ramai beredar poster di media sosial yang mengaku dari Serikat Pekerja dari salah satu BUMN energi. Isinya adalah seputar penolakan rencana penempatan Ahok di BUMN energi. Padahal, sampai saat ini Ahok di BUMN energi itu masih sebatas kabar yang belum diamini 100% oleh pemerintah.

Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan buka suara soal kehebohan penolakannya. Meski dirinya tidak tahu menahu terkait hal ini, baginya jika ada orang baik ingin masuk BUMN tapi ditolak maka perlu dipertanyakan. “Itu orang baik, mau bikin lurus bersih ya mungkin tidak mau dibersihkan,” kata Menko Luhut, akhir pekan.

Menurut Luhut terkait rencana Kementerian BUMN untuk mengevaluasi kinerja BUMN sampai akhir tahun, sudah dilakukan dan dilaporkan oleh tiap-tiap pimpinan BUMN.”Bu Nicke (Dirut Pertamina) sudah saya kasih tahu, misal Bu Nicke sudah punya proyek dengan UEA Arab banyak, ada 5 atau berapa, angkanya besar juga itu,” ungkapnya.

Posisi Direktur Utama Pertamina, memang menjadi pembahasan panas dalam beberapa pekan terakhir. Ada yang mengatakan akan diganti, dan kabar calon penggantinya adalah Ahok. Menanggapi hal ini Staf Khusus Kementerian BUMN Arya Sinulingga tidak menjawab secara bulat.

Ia hanya mengatakan pastinya direksi yang kinerja BUMN-nya tidak bagus akan diganti oleh Erick Thohir. Saat ditanya apakah ini artinya Nicke Widyawati akan digeser dari kursi dirut, Arya menjawab, “Kalau bisa lari cepat, kalau tidak ya sudah”, seperti dikutip dari laman CNBC, Senin (18/11/2019).

Arya juga membenarkan Ahok akan ditempatkan di BUMN energi yang mengurus hajat hidup orang banyak. Arahnya adalah ke PLN atau Pertamina.

Ada yang menolak Ahok, ada juga yang menerima, seperti Majelis Ulama Indonesia (MUI). Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas mengatakan tidak masalah jika Ahok menjadi bos di salah satu perusahaan BUMN. Menurutnya semua pihak tidak punya dasar untuk menghalangi Ahok menjadi petinggi di perusahaan plat merah sebagaimana diwacanakan Presiden.

Sebelumnya, Marsudi Syuhud selaku ketua Pengurus Besar NU mengungkapkan ajaran radikalisme menyasar masuk ke tempat ibadah muslim di kawasan pemerintahan.

Hal tersebut diungkapkan dia dalam acara Mata Najwa yang tayang Rabu (14/11/19) malam. Acara yang mengusung tajuk “Bom Bunuh Diri: Kenapa Lagi” menguak beberapa fakta dan indikasi yang membuat penonton tercengang.

Dalam acara yang tayang Rabu malam itu, Najwa Shihab mengungkap data yang ditemukan oleh Perhimpunnan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat tentang adanya indilasi paham radikalisme telah menyebar ke 100 masjid areal pemerintahan. Dari paparan data itu, disebutkan 21 Masjid yang terkena incaran paham radikalisme ada di lingkungan BUMN.

Topik Berita

Baca Juga

Back to top button
Close