Kota Venesia Tenggelam, Pemerintah Italia Umumkan Kondisi Darurat

Abadikini.com – Italia mengumumkan keadaan darurat di Venesia setelah gelombang air besar menerjang gereja, toko, dan rumah. Banjir ini menyebabkan kerusakan senilai jutaan euro menurut ‘kota UNESCO’ itu.

Perdana Menteri Giuseppe Conte mengatakan kabinet menyetujui keadaan darurat dan memerintahkan digelontorkannya dana 20 juta euro untuk mengatasi banjir yang terjadi sejak Selasa.

“(Dana itu) untuk intervensi paling mendesak,” kata Conte, seperti dilaporkan AFP, Jumat (15/11/2019).

Kendati dalam keadaan darurat, masih banyak wisatawan yang berkeliling Alun-Alun Santo Markus yang banjir di bawah sinar matahari. Mereka tampak selfie dengan mengenakan sepatu bot plastik berwarna neon.

Peringatan sirene akan banjir baru terdengar di kota kanal itu pada Kamis pagi. Namun permukaan air tetap rendah dibandingkan dengan gelombang yang menerjang Selasa kemarin, yang tertinggi dalam 50 tahun terakhir.

Conte, yang menyebut banjir itu sebuah pukulan ke “jantung Italia”, bertemu wali kota Venesia dan layanan darurat sebelum menaiki speed boat untuk mengunjungi lokasi bisnis dan tempat tinggal penduduk setempat yang terkena dampak pasang.

Warga yang rumahnya terkena banjir akan segera mendapatkan bantuan pemerintah hingga 5.000 euro, sedangkan pemilik restoran dan toko menerima hingga 20.000 euro dan bisa mengajukan permohonan lebih lanjut.

Beberapa museum tetap ditutup untuk umum pada Kamis (14/11/2019).

Ketika pihak berwenang menyelidiki tingkat kerusakan di Venesia, seperti Basilika Santo Markus di mana air masuk hingga ke ruang bawah tanah, penduduk setempat menentang.

Pasalnya, banyak pula turis yang mengabadikan momen banjir itu dan memposting di media sosial sebagai fenomena luar biasa.

Turis Austria Cornelia Litschauer (28) mengatakan dia merasakan emosi campur aduk melihat setengah persegi wilayah Venesia tenggelam.

“Bagi para wisatawan itu luar biasa, itu sesuatu untuk dilihat. Tetapi bagi orang-orang yang tinggal di sini itu adalah masalah nyata,” kata Litschauer, sambil menggendong Chihuahua Pablo putihnya.

“Aneh. Turis mengambil gambar padahal kota ini menderita.”

Sumber Berita
Inews
Topik Berita

Baca Juga

Berita Terkait
Close
Back to top button
Close