Masih Pemula? Kenali Asuransi Tanpa Ragu

Abadikini.com – Mendengar kata asuransi, masyarakat Indonesia kerap memandang sebelah mata. Apalagi, kasus penipuan asuransi di Indonesia tidak sedikit. Jadi, wajar saja jika kepercayaan masyarakat cukup rendah.

Padahal, asuransi ini sangat penting dimiliki. Asuransi mampu menjadi payung penyelamat bagi siapapun di saat resiko-resiko tak terduga terjadi. Sebut saja saat sakit, kecelakaan, atau bisa juga saat kita meninggal.

Berikut ini, beberapa kita asuransi bagi kalian yang masih pemula agar tidak salah kaprah mengartikannya.

  1. Mengenal Macam-Macam Asuransi

Produk asuransi yang paling sering digunakan oleh masyarakat Indonesia tidak jauh-jauh dari asuransi jiwa. Pasalnya, pada asuransi ini sudah dianggap lengkap dengan adanya perlindungan terhadap kesehatan, kecelakaan, sekaligus juga kematian.

 

Asuransi jiwa memiliki empat jenis penawaran terbaik. Asuransi jiwa berjangka, seumur hidup, dwiguna,  dan unit link.

 

Sesuai jenisnya, asuransi berjangka memilingki jangka waktu tertentu saja, hanya dalam kisaran tahun. Beda dengan asuransi jiwa seumur hidup yang lamanya hingga seumur hidupmu. Perbedaan kisaran waktu ini pasti menyebabkan perbedaan premi yang cukup signifikan. Asuransi jiwa seumur hidup lebih mahal.

 

Pada asuransi jiwa dwiguna, kita akan mendapatkan dua manfaat dari asuransi, berupa tabunga. Jadi, selain mendapatkan perlindungan diri dari asuransi tersebut kita mendapatkan keuntungan berupa tabungan yang dapat kita cairkan dananya saat jangka waktu polis tersebut selesai. Termasuk jika kita meninggal. Jenis asuransi ini banyak diminati masyarakat dinilai lebih banyak keuntungannya.

 

Terakhir berupa asuransi jiwa unit link, yang memberikan manfaat asuransi sekaligus investasi. Ini juga lumayan diminati karena kelihatannya lebih simple bagi mereka yang hendak berinvestasi tapi juga butuh asuransi. Preminya lumayan tinggi dan juga beresiko.

 

  1. Sesuaikan Premi dan Pendapatan

Setelah mengetahui kebutuhan polis asuransi mana yang kita butuhkan, selanjutnya kita akan dihadapkan pada premi yang harus dibayarkan setiap bulannya. Tapi, ada juga asuransi yang mengharuskan pembayaran dalam skala per tiga bulan, per enam bulan, hingga per tahun.

 

Besarnya premi yang dipilih harus sesuai dengan pendapatan per bulan. Maksimal 20% dari penghasilan, sehingga kita masih bisa mengalokasikan pendapatan pada tabungan dan kebutuhan penting lainnya.

 

  1. Cermati Setiap Syarat dan Ketentuan

Bacalah polis asuransi yang akan kamu beli agar tidak ada yang terlewat dan terjadi kesalahpahaman. Antara lain mengenai biaya pertanggungan yang akan kamu terima saat resiko yang akan dicover oleh asuransi itu terjadi, apa saja jenis pertanggungan yang akan ditanggung oleh asuransi tersebut (misalnya jenis penyakit), bagaimana cara pengklaiman dananya, dan apakah jika kita meninggal dana tersebut bisa kita klaim semua atau tidak.

 

Pastikan cara klaim mudah agar kita tidak kesulitan dalam mendapatkan dana tersebut. Seperti tidak harus rawat inap dulu atau datang ke kantor asuransi dulu untuk klaimnya.

 

  1. Kredibilatas Perusahaan Asuransi Jaminan Keamanan

Mencari perusahaan asuransi yang bisa dipertanggungjawabkan kredibilitasnya sebetulnya mudah.  Cukup cek track record perusahaan tersebut dan apakan perusahaan tersebut sudah terdaftar dalam Otoritas Jasa Keuangan (OJK) atau tidak. Sehingga ketika hal yang tidak diinginkan terjadi, ada berbagai pihak yang akan membantu menuntut perusahaan tersebut.

 

Banyak kan contoh kasus orang yang tergoda ikut asuransi tanpa tahu kredibilitas perusahaannya. Akhirnya saat kena tipu, kelimpungan sendiri. Pihak-pihak seperti OJK tidak bisa membantu karena memang perusahaan tersebut tidak terdaftar dan akan sulit membantu melacak jejak perusahaan tersebut untuk meminta pertanggungjawabannya.

 

Beda dengan yang terdaftar. Jejak perusahaan itu pasti akan selalu terpantau OJK. Jadi, kalau perusahaan tersebut main-main, pihak OJK bisa turun tangan.

 

  1. Pertimbangkan Jasa Agen

Agen asuransi hampir terdapat di semua wilayah sebagai perwakilan perusahaan asuransi. Datang kea gen atau ke pusatnya langsung perlu dipertimbangkan jika kamu tidak tahu apakah agen tersebut memiliki lisensi atau tidak.


Apabila agen tersebut terdaftar adalam Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) dan berlisensi, kecil resikonya kamu mengalami kendala dalam klaim nanti. Namun, apabila tidak terdaftar lebih baik ke pusat langsung agar tidak terjadi hal-hal yang tidak kamu harapkan di kemudian hari.

Topik Berita

Baca Juga

Berita Terkait
Close
Back to top button
Close