Tyson Raup Rp7,1 Miliar per Bulan dari Bisnis Ganja

Abadikini.com, JAKARTA – Mike Tyson mengungkapkan bisa meraup hingga US$500 ribu atau setara Rp7,1 miliar per bulan dari bisnis ganjanya di negara bagian California dan Nevada, Amerika Serikat.

Dalam wawancara eksklusif dengan Hotboxin seperti dikutip dari Daily Mail via CNN, pendapatan mantan petinju legendaris itu dari hasil penjualan ganja yang ditanam di lahan seluas 420 hektare.

“Saya tidak percaya kami melakukan [bisnis] ini. Saya tidak bicara membicarakan ini sembari mengisap [ganja],” ujar Tyson.

Ladang ganja Tyson bernama Tyson Ranch terletak 177 kilometer di utara Los Angeles yang masuk negara bagian California. Di negara bagian tersebut, ganja memang dilegalkan.

Tyson juga mengeluarkan uang yang cukup besar untuk mengonsumsi ganja. Meski demikian, angkanya jauh lebih kecil dari pendapatannya dari bisnis tersebut yakni kurang dari 10 persen dibandingkan pendapatannya.

Si Leher Beton’ menghabiskan sekitar US$40 ribu (Rp571 juta) per bulan untuk menghisap ganja. Total sekitar 10 ton ganja yang dikonsumsi mantan petinju legendaris tersebut.

“Berapa yang kami isap per bulan? Apakah mencapai US$40 ribu? Ya, US$40 ribu per bulan.”

“Kami mengisap hingga 10 ton ganja setiap bulannya di ladang dalam sebulan,” ujar Tyson dikutip dari Daily Mail.

Tyson terus mengembangkan bisnis ganjanya tersebut sejak dirintis pada Desember 2017. Saat ini perusahaannya juga membangun fasilitas mewah di dekat Tyson Ranch yaitu hotel, kolam renang dengan sungai buatan untuk bersantai, dan amfiteater untuk pagelaran konser.

Meski bisnis ganjanya terus berkembang, Tyson tetap mengimbau kepada para atlet agar tidak mengonsumsi ganja.

“Saya pernah diharuskan membayar US$250 ribu kepada Komisi Tinju karena saya menghisap ganja sebelum bertanding.”

“Satu linting ganja tidak berharga semahal itu dan hal itu juga bukan untuk kalian,” ujar Tyson seperti dikutip dari ESPN.

Editor
Irwansyah
Topik Berita
Back to top button