Ekuador Diserang 40 Juta Peretas Setelah Kejadian Assange

Abadikini.com, JAKARTA –  Ekuador mengungkap telah menderita 40 juta serangan dunia maya di situs web lembaga-lembaga publik sejak melepas pendiri Wikileaks, Julian Assange, dari suaka politik.

Patricio Real, Wakil Menteri Ekuador bidang teknologi informasi dan komunikasi mengatakan serangan-serangan tersebut dimulai sejak Kamis, (11/4). Dia mengungkap serangan datang datang dari Amerika Serikat, Brasil, Belanda, Jerman, Rumania, Prancis, Austria, Inggris serta dari negara Amerika Selatan itu sendiri.

Assange ditangkap dan dibawa keluar dari kedutaan Ekuador di London pada Kamis (16/4) usai Presiden Lenin Moreno menghapus perlindungan diplomatiknya setelah tujuh tahun pengasingan di gedung itu.

Moreno menuduh Assange mencampuri proses negara lain dan memata-matai negara lain.

Selain membalik status suaka Assange, Ekuador menanggalkan kewarganegaraan yang diberikannya pada 2017 di bawah pemerintahan pendahulu Moreno, Rafael Correa.

Javier Jara, Wakil Menteri Kementerian Telekomunikasi mengatakan negara itu telah mengalami serangan volumetrik yang memblokir akses ke internet menyusul ancaman dari kelompok-kelompok yang terkait dengan Julian Assange.

Lembaga yang paling terpukul adalah kementerian luar negeri, bank sentral, kantor presiden, layanan pendapatan internal, dan beberapa kementerian dan universitas.

Namun, tidak satu pun dari lembaga-lembaga itu yang melaporkan pencurian informasi atau penghapusan data.

Editor
Sulasmi
Sumber Berita
CNN
Topik Berita
Back to top button
Close