Ketum HIB: Kami Akan Ajak Keluarga Untuk Memilih Partai Bulan Bintang

Abadikini.com, JAKARTA – Ketua Umum Honorer Indonesia Bersatu (HIB), Muhammad Nur Rambe mengungkapkan, jatuhnya pilihan dukungan kepada Partai Bulan Bintang (PBB) karena mereka melihat hanya PBB dan Yusril yang selama ini aktif dan serius memperjuangkan nasib tenaga honorer.

Hal ini dibuktikan dengan bersedianya Yusril menjadi kuasa hukum pegawai honorer untuk mengajukan judicial review terhadap Permen PAN-RB Nomor 36 Tahun 2018 Tentang Kriteria Penetapan Kebutuhan Pegawai Negeri Sipil dan Pelaksanaan Seleksi CPNS 2018 ke Mahkamah Agung.

“Kami berasal dari berbagai daerah di Indonesia gabungan seluruh tenaga honor di pemerintahan baik itu guru honorer, damkar, Satpol PP, bidan, perawat dan lain-lain. Kami ke sini berharap PBB mampu memperjuangkan aspirasi kami ketika nanti duduk di parlemen,” kata Nur Rambe di sela deklarasi dukungan di Kantor DPP PBB dikawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Rabu (20/3) petang.

Nur Rambe menyadari, untuk bisa lolos ke parlemen, PBB membutuhkan dukungan nyata. Hal itu yang mendorong mereka kompak memilih calon legislatif dari PBB agar perolehan suara bisa mencapai ambang batas empat persen.

“Jumlah kami sangat besar. Kami akan ajak keluarga untuk memilih PBB di pemilu nanti untuk bisa berjuang secara konstitusional di DPR,” ungkapnya.

Nur Rambe menyebut, sejauh ini berbagai upaya sudah dilakukan oleh para tenaga honorer untuk menuntut keadilan. Termasuk aksi demonstrasi yang ternyata tidak juga membuahkan hasil.

“Makanya, kami mendukung PBB untuk mendapatkan perolehan suara, masuk ke DPR dan berjuang bersama pada honorer untuk memperjuangkan nasib para honorer di Indonesia. Harapan kami bisa mendapatkan payung hukum yang jelas, nasih yang jelas dan kesejahteraan yang jelas,” kata Nur Rambe.

Ketua Umum PBB, Yusril Ihza Mahendra menyambut gembira dukungan tenaga honor dari seluruh Indonesia terhadap partainya.

Menurutnya, jumlah tenaga honorer yang cukup besar, jutaan orang, diharapkan menjadi suara tambahan PBB dalam meraih hasil maksimal pada pemilu 2019 nanti.

“Kami pribadi, sudah lama berusaha memperjuangkan nasib tenaga honorer, bukan saat momentum pileg saja baik untuk honorer lewat Mahkamah Agung maupun Guru PAUD di Mahkamah Konstitusi. Konsen kami terhadap nasib honorer sangat besar. Insya Allah saat lolos ke parlemen nanti, kita akan berjuang untuk mewujudkan keadilan bagi tenaga honorer,” ungkap Yusril.

  • 1.7K
    Shares
Editor
Sulami
Topik Berita

Baca Juga