Gerindra: Pemberantasan Korupsi Era Jokowi Jalan Di Tempat

Abadikini.com, JAKARTA- Kinerja pemerintahan Jokowi dalam upaya pemberantasan tindak korupsi sudah tertinggal jauh dari negara lain.

Ketua DPP Partai Gerindra, Heri Gunawan mengatakan, berdasarkan indeks daya saing global atau Global Competitiveness Index 2018 yang dirilis The World Economic Forum, Indonesia mencatat skor 37 atau peringkat ke-45 dari 140 negara.

Kemudian berdasarkan data indeks persepsi korupsi Transparansi Internasional tahun 2017, Indonesia ada di peringkat 96 dengan skor 37. Skor tersebut sama dengan tahun 2016.

“Dari sini saja kita bisa melihat kinerja pemerintah dalam upaya pemberantasan korupsi jalan di tempat, bahkan tertinggal,” kata Heri dalam keterangan tertulis yang diterima Kantor Berita Politik RMOL, Senin (10/12).

Hal ini dinilainya lantaran Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai garda terdepan lebih mengandalkan Operasi Tangkap Tangan (OTT) ketimbang pencegahan.

“Sejak awal 2018 hingga saat ini tercatat sudah ada 37 jumlah OTT, jumlah ini lebih banyak dibanding tahun 2016 yang hanya 19 OTT. Tapi faktanya indeks persepsi korupsi kita justru stagnan,” jelasnya.

Heri menegaskan, pemberantasan korupsi tidak cukup melalui penindakan OTT, tapi juga dibutuhkan komitmen pencegahan korupsi dalam berbagai aspek. Komitmen pencegahan korupsi diperlukan tidak semata untuk meningkatkan kredibilitas bangsa dan negara, tetapi juga untuk kinerja perusahaan dan ekonomi nasional.

“Jika mempertimbangkan aspek sosiologis dan budaya dalam melakukan pemberantasan korupsi akan lebih baik melakukan pendekatan yang mengedepankan aspek pencegahan ketimbang penindakan,” pungkasnya. (ak/rmol)

Baca Juga

Back to top button