STIE Swadaya Jakarta Bentuk Kelompok Usaha Masyarakat di Sulteng

Abadikini.com, JAKARTA – Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Swadaya Jakarta (STIE SWADAYA), pada tahun akademik 2018/2019, akan melaksanakan Program Pengabdian Kepada Masyarakat sebagai salah satu poin penting bagi Perguruan Tinggi dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi. Program ini akan disasarkan kepada 13 Kabupaten/Kota di Provinsi Sulawesi Tengah.

Kepada media, Amrullah Andi Hamid selaku Koordinator Program,  menjelaskan bahwa program Pengabdian Kepada Masyarakat ini akan melibatkan 13 orang Mahasiswa semester akhir (bebas kuliah) dan beberapa orang Dosen sebagai pendamping Tim Civitas Akademika, sedangkan di daerah akan dibantu 65 orang sebagai tim pendamping teknis lapangan.

“Program ini melibatkan 13 mahasiswa tahap akhir dan beberapa dosen sebagai pendamping. Juga dibantu oleh 65 warga masyarakat sebagai pendamping teknis, ujar Amrullah dalam keterangan yang diterima Abadikini.com, Senin (26/11/2018).

Amrullah, yang merupakan Akademisi di STIE Swadaya Jakarta ini juga menjadi bagian dari Komunitas Masyarakat Tani Nelayan, selain berprofesi dalam bidang “Small & Medium Business Management Consultants”, selama ini dikenal kepeduliannya melaksanakan program-program pengabdian kepada masyarakat karena itu sangat tepat ketika dirinya diberi kepercayaan untuk menangani program tersebut di Provinsi Sulawesi Tengah yang mencakup 12 Kabupaten dan 1 Kota,

Menurut Amrullah STIE SWADAYA Jakarta sengaja memilih Sulawesi Tengah sebagai sasaran program ini karena Sulawesi Tengah lagi pada masa recovery setelah dihantam bencana Gempa, Tsunami dan Likuifaksi.

“Sebagaimana kita sama mengetahui pada beberapa bulan lalu Wilayah ini khususnya Kota Palu, Kabupaten Donggala, Kabupaten Sigi ditimpa bencana alam gempah, tsunami dan lumpur, sementara dibeberapa titik daerah lainnya turut terkena dampak, sehingga sangat perlu kita semua turut berperan aktif dalam berkontribusi nyata, karena itu STIE Swadaya Jakarta menjadikan Provinsi Sulawesi Tengah sebagai salah satu titik sasaran, selain beberapa wilayah Provinsi lainnya juga menjadi sasaran program, ”kata Amrullah.

Amrullah memjelaskan, target yang ingin diwujudkan adalah terbentuknya Kelompok Usaha Masyarakat yaitu sejumlah 5.000 “Unit Usaha Kelompok Masyarakat” di 13 Kabupaten/Kota, harap Amrullah.

Namun Amrullah menyadari bahwa keterbatasan sumber daya sehingga program tersebut dilaksanakan bertahap. “Yaitu pada tahap pertama terbentuk 130 Kelompok Usaha Masyarakat, masing-masing 17 Kelompok masyarakat berprofesi Petani Sawah, 17 Kelompok profesi Petani Kebun, 17 Kelompok profesi Nelayan Tangkap, 17 Kelompok profesi Nelayan Budidaya,18 Kelompok Pedagang Eceran, 18 Kelompok Warung Makan Minum, 13 Kelompok Usaha Pengembangan Produk dan 13 Kelompok Usaha lainnya. Setiap satu kelompok usaha masyarakat yg dibentuk beranggotakan 20 Kepala Keluarga (KK),” jelas Amrullah.

130 Kelompok Usaha Masyarakat ini setelah terbentuk, akan diberikan Pelatihan Keterampilan Profesi yang menghadirkan narasumber dari berbagai Instansi terkait baik Pemerintah, Praktisi, Perusahaan Swasta, BUMN/BUMD, dan Bank. Pelatihan akan dilaksanakan di masing-masing Kabupaten Kota, setiap kali pelatihan diikuti peserta 6 Kelompok atau 120 Anggota.

Materi utama yang diberikan dalam pelatihan keterampilan profesi yaitu : 1. Pengelolaan Usaha dan Pengembangan Usaha Kelompok. 2. Keterampilan Profesi/Usaha. 3. Peluang Pasar & Sistem Pemasaran.  4. Pengelolaan Anggaran, Pembagian Hasil Usaha, Pelaporan. 5. Kredit Usaha, Kerjasama Usaha.

Evaluasi pelatihan dilakukan untuk menyeleksi anggota kelompok yang serius untuk selanjutnya yang memenuhi syarat akan diberikan pendampingan teknis dan permodalan.

Walaupun tahap pertama ini akan mengakomodir 130 Kelompok Usaha Masyarakat, Amrullah berharap pembentukan kelompok terus berlangsung untuk diprogramkan pada tahap berikutnya. “Saya berharap masyarakat bisa memanfaatkan kesempatan yang baik ini mendaftarkan diri tanpa dipungut biaya, cukup copy KTP dan copy KK, ungkapnya. (dor/beng.ak)

Back to top button