BBM Naik Harga Bawang Menurun, Petani MakinTerbebani

Abadikini.com, BIMA – Kenaikan harga BBM membuat sejumlah masyarat petani bawang merah di kabupaten bima merasa terbebani sebab menurutnya kenaikan harga BBM ini berefek pada semakin mahalnya harga obata-obatan sejenis Insektisida,  fungisida dan herbisida.

Baca Juga

Tidak hanya itu kenakan harga BBM juga berpengaruh pada meningkatnya kebutuhan biaya perawatan pada tanaman sementara harga bawang merah dikabupaten bima hanya berada pada kisaran Rp. 400 ribu/100 Kg.

“Kenaikan harga BBM membuat sejumlah masyarat petani bawang merah di kabupaten bima terbebani sebab kenaikan BBM ini berefek pada semakin mahalnya harga obata-obatan sejenis Insektisida  fungisida dan herbisida sementara daya beli rendah harga jual rendah dan harga bawang merah pun berada pada kisaran Rp. 400 Ribu/ 100 Kg,” kata Ketua Umum Komunitas Pemerhati Masyarakat Tani (KOPASTA) Abdurrahman kepada Abadikini.com, Rabu (19/9/2018).

Menurutnya, kebijakan tentang kenaikan harga BBM sebenarnya tidak berpihak terhadap masyarakat mengingat harga jual dari hasil panen masyarakat tidak mampu menutupi biaya yang digunakan untuk perawatan tanaman. “Kebanyakan masyarakat menggunakan biaya perawatan tanaman bawang merah tersebut adalah dari hasi hutang dari renternir maupun bank dengan menjadikan rumah atau sawah mereka sebagai jaminan,” ungkapnya.

Abdurrahman juga menambahkan di satu sisi pemerintah juga enggan untuk memperhatikan sistem harga penjualan di tengah masyarakat,  seharusnya pemerintah memperhatikan secara penuh tentang sistim penjualan atau harga penjualan hasil panen masyarakat jangan sampai petani terus menjadi korban atas kebijakan tersebut.

“Kami minta terhadap kementrian perdagangan untuk meninjau secara langsung tentang harga penjualan hasil panen masyarakat agar masyarakat bisa terselamatkan dari kerugian yang saat ini dialami oleh para petani, jangan mengambil kebijakan yang justru dapat membunuh masyarakat petani,” pangkasnya (ak.beng)

Back to top button