Gara-gara Faktor Ekonomi, Pria Berinisial AP Akhiri Hidup dengan Cara Gantung Diri di Kebun Karet

Abadikini.com, ROKAN HULU – Seorang pria beristri tewas  akhiri hidupnya dengan cara gantung diri di kebun karet akibat faktor ekonomi yang tak sanggup menghadapinya.

Kronologisnya Seorang pria bernama (AP) (39) yang diduga tewas karena tak sanggup memikul beban hidup dan dililit hutang.

Pria  asal Desa Lubuk Bendahara itu ditemukan tergantung disalah satu kebun karet di desa Alahan Kecamatan Rokan IV Koto Rokan Hulu (Rohul) Riau, Selasa (29/1/2018) sekitar pukul 16:30 wib.

Informasi yang didapat  menyebutkan, korban pertama kali ditemukan oleh Yusral Eli Hayati yang merupakan istrinya serta Khaidir orang tuanya.

Eli Hayati mengatakan bahwa pada hari na’as itu suaminya seperti biasa saja dan tak ada tanda-tanda mencurigakan tepat  sekitar pukul 07.15 wib dia berangkat untuk menderes karet dikebunnya yang terletak di desa Alahan yang berjarak lebih kurang 1 km dari rumahnya terang istrinya.

Namun  sampai sore hari   suaminya  belum juga pulang ke rumah, padahal biasanya pukul 16.00 wib sudah pulang kerumahnya jelas Eli.

Hal itu membuat istrinya gelisah dan curiga bila terjadi sesuatu pada suaminya, sehingga Elhayati ditemani Khaidir (orang tuanya)  pergi kekebun karet untuk mencari keberadaan sang suaminya.

Na’as nian betapa terkejutnya sang istri melihat suaminya AP tergantung dipohon karet dan sudah tak bernyawa dikebun miliknya dengan lidah terjulur.

Kemudian isrti korban menjerit dan  minta tolong kepada Trisno untuk memotong tali yang menjerat leher suaminya dan menurunkan jenazah dari pohon dengan dibantu Khaidir dan meletakkan jenazah di atas tanah sambil mengamati adakah tanda luka atau bekas kekerasan, dan  selanjutnya jenazah dibawa pulang kerumah.

Mendengar laporan bahwa ada penemuan mayat gantung diri, Kapolsek Rokan IV Koto AKP Inafri bersama dengan personilnya meluncur ke TKP dan melakukan olah TKP dan memasang police line.

Polisi juga memintai keterangan saksi dan mengumpulkan barang bukti (BB) untuk dilakukannya Visum dan otopsi.

Namun istri korban menolak untuk dilakukan otopsi terhadap jenazah dan membuat pernyataan penolakan otopsi tersebut , karena dia punya keyakinan bahwa suaminya murni gantung diri.

Kapolres Rokan Hulu AKBP Yusup Rahmanto,SIK,MH. melalui Paur Humas Polres Rohul Ipda Nanang Pujiono,SH, membenarkan kejadian ini.

Keluarga merelakan kematian (AP) dan menolak untuk dilakukan otopsi dengan membuat surat pernyataan, motif sementara kematian korban engan cara gantung diri dikarenakan faktor ekonomi dan permasalahan hutang jelas paur humas polres Rohul. (ak.RL)

  • 10
    Shares
Topik Berita

Baca Juga

Back to top button