Kondisi SDN Folangkai di Kabupaten Alor Ini Sangat Memprihatinkan

abadikini.com, KALABAHI – Kabupaten Alor yang merupakan kabupaten berjuluk surga di timur matahari ini adalah salah satu Kabupaten di antara 22 kabupaten/Kota di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Julukan surga di timur matahari adalah di karenakan keindahan dan kemajuan Kabupaten Alor di bidang pariwisata. Hal ini di buktikan dengan banyaknya wisatawan lokal maupun mancanegara yang datang berkunjung.

Namun hal ini berbanding terbalik dengan pendidikan di Kabupaten Alor. Seperti di desa wolwal tengah Kecamatan Alor Barat Daya (Abad), ada suatu Sekolah Dasar Negeri (SDN) yang sepertinya juga layak menjadi lokasi wisata pendidikan. SDN Folangkai namanya.

 

Bagaimana tidak, selain lokasi nya yang berada di bukit tepi pantai, bentuk dan infrastruktur juga masih dalam kondisi tradisional. Dengan lantai tanah, dinding bambu serta atap rumbia, para siswa setiap hari belajar di dalamnya.

Jika hujan datang, para siswa akan berlari mencari tempat yang tidak basah baru akan menulis. Memang miris sekali. Hasil pantauan dari abadikini.com ketika berkunjung ke Desa Wolwal Tengah, Kamis (24/10/2017) lalu. SDN Folangkai ini ternyata sudah berdiri selama kurang lebih 4 tahun ini tidak pernah mendapat bantuan dari pemerintah setempat.

Kepala Sekolah SDN Folangkai mengungkapkan,  kami sudah berupaya untuk mengajukan bantuan ke pemerintah tapi tidak mudah prosesnya.

“Kami sudah mengupayakan selama ini tapi memang tidak mudah. Hal ini juga karena kepala sekolah sebelumnya tidak pernah mengusulkan kepada dinas dan pemkab. Maka sampai hari ini tidak ada bantuan yang masuk ke sekolah”, ujar Jakaria koli.

Pantauan di lapangan menyebutkan bahwa dalam waktu dekat akan ada bantuan bangunan semi permanen yang lebih layak untuk menggantikan bangunan kelas dan ruang guru. Bangunan semi permanen ini di berikan oleh relawan GESER (Gerakan Seribu Rupiah) yang di komandani oleh saudara Mobi Pada.

Menurut saudara Mobi Pada, dari informasi yang didapat, dinas pendidikan rencananya akan memberikan gedung permanen melalui dana DAK yang akan cair 2018. Namun mengingat ini sudah memasuki musim penghujan sehingga teman teman relawan GESER berkomitmen untuk membantu sesegra mungkin walaupun hanya gedung semi permanen.

“Yang terpenting adalah anak-anak didik dan para guru untuk sementara bisa belajar dan mengajar di musim penghujan ini. Apalagi sebentar lagi akan memasuki ulangan semester di akhir tahun”, kata Mobi Pada. (Rahma.ak)

Baca Juga

Back to top button