Nama Pahlawan Aceh “Laksamana Malahayati” Diusulkan jadi Nama Jalan di Jakarta, Siapa Dia?

abadikini.com, JAKARTA- Nama Pahlawan Aceh Laksamana Malahayati atau Keumalahayati diusulkan menjadi nama jalan di Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta.

Sebelumnya, Laksamana Malahayati diusulkan oleh Korps Wanita Indonesia (Kowani) sebagai Pahlawan Nasional yang akan diumumkan bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan 10 November 2017.

Usulan Laksamana Malahayati sebagai nama jalan di Jakarta diutarakan tokoh Aceh, Mustafa Abubakar dalam sarasehan “Aceh Bangkit” yang diselenggarakan Taman Iskandar Muda (TIM) Jakarta, Sabtu (28/10/2017).

“Kita harapkan di masa gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, bisa menetapkan nama ruas di Jakarta dengan nama Jalan Laksamana Keumalahayati,” ujar Mustafa Abubakar yang juga penasihat Pengurus Pusat Taman Iskandar Muda (PP-TIM).

Pada masa Gubernur DKI Jakarta Surjadi Soedirdja tahun 1990-an, disahkan dua nama pahlawan sebagai nama jalan, yakni Teuku Panglima Polem dan Sultan Iskandar Muda di ruas jalan protokol di Jakarta.

Ketua Umum PP-TIM Surya Darma, menjelaskan sarasehan tersebut untuk menghimpun berbagai masukan kemajuan Aceh.

Sarasehan dibuka Kepala Bappeda Aceh Azhari Hasan mewakili Gubernur Aceh Irwandi Yusuf.

Sarasehan antara lain dihadir Ketua DPRA Teungku Muharuddin, Rektor UIN Ar-Raniry Prof Farid Wadjdi, Rektor Universitas Teuku Umar Prof Jasman Maruf, mantan Menteri PAN Azwar Abu Bakar, senator Aceh Ghazali Abbas Adan dan tokoh-tokoh Aceh lain.

 

Siapa Malahayati

Menurut wikipedia,Malahayati, adalah salah seorang perempuan pejuang yang berasal dari Kesultanan Aceh. Nama lahirnya adalah Keumalahayati. Ayahnya bernama Laksamana Mahmud Syah. Kakeknya dari garis ayahnya adalah Laksamana Muhammad Said Syah, putra dari Sultan Salahuddin Syah yang memerintah sekitar tahun 1530–1539 M. Adapun Sultan Salahuddin Syah adalah putra dari Sultan Ibrahim Ali Mughayat Syah (1513–1530 M), yang merupakan pendiri Kerajaan Aceh Darussalam.

Pada tahun 1585–1604, dia memegang jabatan Kepala Barisan Pengawal Istana Panglima Rahasia dan Panglima Protokol Pemerintah dari Sultan Saidil Mukammil Alauddin Riayat Syah IV.

Malahayati memimpin 2.000 orang pasukan Inong Balee (janda-janda pahlawan yang telah syahid) berperang melawan kapal-kapal dan benteng-benteng Belanda tanggal 11 September 1599 sekaligus membunuh Cornelis de Houtman dalam pertempuran satu lawan satu di geladak kapal. Dia mendapat gelar Laksamana untuk keberaniannya ini, sehingga ia kemudian lebih dikenal dengan nama Laksamana Malahayati. Saat meninggal dunia, jasad Malahayati dikebumikan di bukit Krueng Raya, Lamreh, Aceh Besar. (beng.ak)

Back to top button