Astaga.. Internal PKS Panas, Sohibul Imam Akan Diganti Oleh Salim Segaf

abadikini.com, JAKARTA – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mulai panas di dalam internal. Pemicunya adalah Fahri Hamzah mengusulan pergantian presiden partai dari Sohibul Iman,  kepada Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Al-Jufri.

Meski demikian, isu pergantian itu tidak begitu meresahkan partai. Masih dianggap wajar saja. Ketua DPP PKS bidang Komunikasi, Ledia Hanifa Amaliah mengatakan, mantan Presiden PKS, Anis Matta juga tak menutup kemungkinan akan menjadi presiden lagi di PKS. Menurutnya hal Itu wajar saja, tapi untuk menjadi Presiden PKS harus jelas pula mekanismenya, melalui Musyawarah Majelis Syuro Partai.

“Boleh jadi ada yang ingin Pak Anis jadi presiden, atau ingin kader-kader lain jadi presiden. Wajar saja sepanjang mengikuti aturan yang berlaku. Kan juga ada periodisasinya,” ungkap Ledia kepada wartawan, Selasa (6/6/2017).

Sementara tanggapan berbeda dilayangkan Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) PKS, Mardani Ali Sera. Dia menyatakan, kalangan pengurus DPP PKS yang masih aktif saat ini menduga manuver Fahri Hamzah tidak terkait dengan Anis Matta. Mereka meyakini, Anis Matta tidak punya sejarah merusak PKS dari dalam.

“Saya kenal Pak Anis, dia orang dewasa tidak merusak dari dalam. Pak Anis selalu komentar baik,” tukasnya kepada wartawan di Komplek Parlemen, Senayan, Selasa (6/6/2017).

Diketahui, Fahri Hamzah berencana mengusulkan pergantian Presiden PKS Sohibul Iman kepada Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Al-Jufri.

“Saya bilang PKS itu partai yang bagus. Partai Islam itu harus ada. PKS itu partai bagus, cuma ya saya mengusulkan kepada Ketua Majelis Syuro agar presiden partainya diganti lah. Enggak bagus orang itu,” ucap Fahri di Komplek Parlemen, Senayan, Selasa (6/6/2017).

Fahri mengklaim tidak mengetahui isu perihal kembalinya Anis Matta yang merupakan mantan Presiden PKS untuk kembali menjabat. “Enggak tahu saya. Enggak ngerti. Aku cuma membaca. Ini kan menyampaikan pesan dari lapangan. Orang melihat DPP yang sekarang ini tidak sanggup mengelola politik ini,” pungkasnya.

Baca Juga

Back to top button