Alumni Muhammadiyah Ajukan Penangguhan Penahanan Aktifis IMM

abadikini.com, JAKARTA – Forum Alumni Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah mengajukan penangguhan penahanan untuk tersangka makar Zainudin Arsyad. Zainudin ditangkap pada Jumat (31/3). Sekretaris Jendral Forum Alumni IMM Azrul Tandjung menyatakan organisasi bersedia menjadi jaminan apabila penangguhan penahanan dikabulkan.

“Kami sebagai organisasi massa yang jelas keberadaannya tentu bisa tahu keberadaannya. Tentu bisa tahu keberadaan kami bagaimana,” kata Azrul di Polda Metro Jaya, Selasa (4/4/2017) seperti dikutip cnn indonesia.

Sementara itu, kuasa hukum Zainudin, Muhammad Ikhsan mengatakan penangguhan tahanan ini berdasar pada alasan status Zainudin sebagai mahasiswa yang harus menyelesaikan kuliahnya.

“Zainudin itu ke Yogyakarta untuk kuliah dengan harapan untuk naikkan harkat martabat orang tuanya,” ucap Ihsan.

Penangguhan penahanan, kata Azrul, sudah diajukan sejak Zainudin ditangpa pada pekan lalu. Tim kuasa hukum mengajukan kembali secara resmi pada hari ini.

Azrul mengatakan Zainudin sebagai aktivis IMM kerap sangat kritis. Azrul yakin Zainudin tidak berniat melakukan upaya makar meski kerap membicarakan mengenai perbaikan pemerintah dalam pertemuan-pertemuan bersama aktivis mahasiswa.

Dia berkata, sebagai mahasiswa Zainudin punya tanggungjawab moral untuk mengkritisi pemerintah. Namun Azrul menyatakan tidak tahu materi yang dibicarakan Zainudin dkk dalam pertemuan di Kalibata, Jakarta Selatan.

Azrul mengatakan tidak mengetahui siapa saja tokoh yang hadir dalam pertemuan itu, termasuk hubungan Zainudin dan penggerak aksi 31 Maret, Al-Khaththath.

Terkait informasi dari kepolisian yang menyebutkan aksi makar menggunakan dana Rp3 miliar untuk memuluskan aksi menduduki Senayan, Azrul hanya tertawa. Dia menyatakan penyidik Polda Metro Jaya itu terlalu berlebihan.

“Wong anak-anak ini sering minta makan ke saya kok,” katanya.

Zainudin ditangkap bersama tersangka makar lainnya yakni Irwansyah, Dikho Nugraha, Andre Zainudin dan Al-Khaththath. Mereka ditangkap pada dini hari sebelum dimulainya aksi 313.

sumber: cnnindonesia

Baca Juga

Back to top button