Dinilai Kebijakan Pemerintahan Jokowi Tak Pro Rakyat, Mahasiswa Aksi Bela Rakyat

abadikini.com – JAKARTA – Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM-SI) serentak menggelar aksi bela rakyat di seluruh Indonesia, termasuk di depan Istana Negara, Kamis 12 Januari 2017.

Baca Juga

Unjuk rasa yang dikenal dengan aksi 121 itu dilakukan sebagai bentuk protes mahasiswa kepada pemerintahan Jokowi atas kenaikan sejumlah harga, seperti harga bahan bakar minyak (BBM), tarif dasar listrik (TDL) hingga kenaikan biaya administrasi surat kendaraan bermotor, seperti STNK dan BPKB.

Di Istana Negara, puluhan mahasiswa melakukan ibadah salat Dzuhur di jalan. Mereka membawa keranda mayat sebagai simbol kematian keberpihakan pemerintah terhadap penderitaan rakyat.

Sementara di Jawa Barat, puluhan mahasiswa menggelar aksi 121 di halaman depan Gedung Sate, Bandung. Para mahasiswa mendesak pemerintah untuk menurunkan berbagai kenaikan seperti tarif administrasi STNK, tarif dasar listrik, serta kenaikan komoditas pangan dan BBM.

“Tiga poin tersebut yang menjadi perhatian BEM seluruh Indonesia. Nyatanya awal tahun ini, masyarakat diberikan berbagai kenaikan harga komoditas,” ucap koordinator aksi BEM Unpad, Novi Firmansyah di depan Gedung Sate.

Dikatakan Novi, program pemerintah yang tertuang dalam Nawacita nyatanya bukan untuk menyejahterakan masyarakat, malah semakin memberatkan. Terlebih saat ini kondisi perekonomian masyakarat semakin sulit.

“Mempengaruhi daya beli, masyarakat diresahkan dengan naiknya berbagai komoditas,” paparnya seperti dimuat RMOLJabar.Com.

Ia pun mempertanyakan sikap pemerintah yang seolah-olah lepas tangan terkait kenaikan administrasi STNK. Mereka malah saling lempar tanggung jawab dan akhirnya masyarakat pula yang menjadi korban.

“Pemerintah saling tuduh, saya lihat komunikasi saja sangat amburadul,” kritiknya.

BEM Unpad, kata dia, menyerukan agar perbaikan ekonomi di tingkat hulu dilakukan secara maksimal meski terkendala produksi, juga saluran pemasaran dan operasi pasar secara berkala untuk menstabilkan harga cabai di pasaran.

“Jika terdapat permasalahan dan ketidakmampuan masyarakat maka kebijakan tersebut harus di tinjau ulang bahkan dicabut,” tandasnya.

Koordinator Aliansi BEM Indonesia Sumatera Selatan, Farizal, dalam orasinya di halaman Kantor DPRD Sumatera Selatan mengatakan kenaikan pajak kendaraan dalam PP no 60 tahub 2016 bentuk dari kebijakan yang tidak berpihak pada rakyat.

“Belum lagi kenaikan tarif dasar listrik 600VA yang merupakan kosumsi rumah tangga kecil juga dinaikan,” katanya.

Tidak hanya itu awal tahun baru pemerintahan Joko Widodo juga menaikan harga sejumlah jenis BBM menambah kesengsaraan bagi masyarakat yang berdampak kenaikan harga kebutuhan pokok.

Mahasiswa juga mengecam kebijakan pemerintah yang tidak dilakukan uji publik terlebih dahulu.

“Justru yang ada setelah menaikan harga TDL, BBM, pajak kendaraan, para pejebat negeri ini saling lepar tanggungjawab,” teriaknya

Aksi bela rakyat atau 121 di kota Makassar terkait isu penetqpan tarif STNK, BPKB, dan juga Bahan Bakar Minyak (BBM) terjadi di delapan titik.

1- Pukul 10:00 Wita, sebanyak 150 orang yang tergabung di HMI Cabang Makassar, melakukan aksi di depan sekertariat HMI di Jl Botolempangan, titik aksi Fly Over, DPRD Sulsel. 2- Sebanyak 250 orang gabungan dari KNPI Cab. Makassar Satma PP yang di aksi PLN Hertasning, PJR Pettarani, Polda Sulsel, Flyover, dan DPRD sulsel. 3- Pukul 11:00 Wita sebanyak 300 mahasiswa melakukan aksi di depan gedung pinhisi UNM, Jl Pettarani dan Flyover. 4- Pukul 13:00 Wita sebanyak 150 orang yang tergabung dalam Badan Eksekutif Hukum Uin Alaudin, melakukan aksi di depan kampus Uin, jl Sultan Alaudin.

5- Sebanyak 100 mahasiswa Unismuh Makassar melakukan aksi depan kampus Unismuh, Jl Sultan Alauddin. 6- Pukul 13.30 Wita sebanyak 80 orang yang tergabung dalam GAM melakukan aksi perlimaan Jl Ap Pettarani dan Hertasning. 7- Pukul 10.00 Wita sebanyak 200 orang tergabung dalam BEM Unhas melakukan aksi di depan pintu 1 Unhas, Jl Perintis Kemerdekaan. 8- Pukul 11.00 Wita sebanyak 300 mahasiswa Unm yang tergabung dalam aliansi 9 Mata Orange melakukan aksi depan gedung Phinisi, Jl AP Pettarani.

Aksi bela rakyat yang dilakukan BEM-Jawa Timur di Surabaya dengan tuntutan yang sama terjadi di Kantor Gubernur Jawa timur Massa Aksi di sambut Wagub Saefullah Yusuf dan aksi dilanjutkan dikantor DPRD Jawa timur. (sl.ak)

 

 

 

Back to top button