OKI Desak Masyarakat Internasional Boikot Produk Israel

abadikini.com, JAKARTA – Presiden Joko Widodo mengatakan dalam Deklarasi Jakarta, Hasil KTT LB OKI,  lahir kesepakatan yang mendesak masyarakat internasional memboikot produk-produk Israel, terutama produk yang dibuat di permukiman-permukiman ilegal Israel di Tepi Barat dan Yerusalem Timur.

Dirjen Kerjasama Multilateral Kementerian Luar Negeri Hasan Kleib mengimbau komunitas internasional untuk ikut memboikot produk Israel dengan tujuan menghentikan insentif yang diperoleh pemukim ilegal Israel. Imbauan itu tercantum dalam poin 16 Deklarasi Jakarta.

”Kalau tidak diboikot, kita akan tetap memberi insentif kepada pemukim ilegal untuk semakin maju dan berkembang di wilayah yang bukan miliknya,” kata Hasan di Jakarta, Senin (7/3/2016)

Menurut Hasan, itu berpotensi meluaskan pendudukan lahan Palestina oleh Israel. Boikot terhadap produk-produk Israel terutama pertanian dan perkebunan, telah dimulai oleh negara-negara anggota OKI sekitar dua hingga tiga tahun lalu.

Langkah tersebut dianggap efektif untuk menyelesaikan masalah pengambilalihan wilayah Palestina yang sangat berbahaya bagi warga Palestina. “Pendudukan ilegal akan mengubah realitas di lapangan. Jumlah penduduk berkewarganegaraan Israel akan semakin banyak daripada Palestina, sehingga kalau sewaktu-waktu ada referendum, banyaknya suara Israel akan merugikan Palestina,” ujar Hasan.

Di sisi lain, Presiden Joko Widodo telah menunjuk Maha Abou Susheh sebagai Konsul Kehormatan Republik Indonesia untuk Palestina. Dalam waktu dekat, Pemerintah Indonesia meresmikan kantor Konsulat Kehormatan di Ramallah, Palestina.

Rencana pendirian konsulat pertama kali disampaikan Presiden saat bertemu Perdana Menteri Palestina Rami Hamdallah dalam KTT Asia Afrika di Jakarta pada April 2015. Pendirian konsulat, bentuk dukungan penuh terhadap Palestina. (andi.ak)

Baca Juga

Berita Terkait
Close
Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker