Anies Baswedan: JS Badudu Bentuk Pondasi Bahasa Indonesia

abadikini.com, JAKARTA – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Anies Baswedan, menyatakan, belasungkawa atas meninggalnya pakar Bahasa Indonesia, Jusuf Sjarif Badudu (JS Badudu).

“Bangsa Indonesia sangat kehilangan tokoh Bahasa Indonesia, JS Badudu, yang saya dengar kabarnya wafat Sabtu 12 Maret malam waktu Indonesia,” kata Anies melalui keterangan tertulisnya, Minggu (13/3/2016).

Ia mengatakan sebelum mendengar kabar duka, baru saja menghadiri konferensi UNESCO di Bulgaria. Pada kesempatan itu, ia berbicara soal Bahasa Indonesia sebagai salah satu simpul terkuat dalam persatuan bangsa yang disepakati 17 tahun sebelum kemerdekaan.

“Dan saat pulang, justru mendengar kabar duka ini, berpulangnya tokoh bahasa kita. Saya sampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga,” kata  Anies.

Menurutnya, dulu Bahasa Indonesia bukan bahasa mayoritas. Namun disepakati bersama menjadi bahasa pemersatu karena sifatnya yang egaliter. Ia menilai, saat itu Bahasa Indonesia tak sekaya berbagai bahasa lain yang sudah lebih mapan.

“JS Badudu berjuang secara gigih dan berjasa sangat besar dalam ikut membentuk fondasi Bahasa Indonesia dan mengembangkannya hingga seperti sekarang. Pak Badudu sudah melakukan porsinya secara luar bisa. Kini bagian kita memperkaya Bahasa Indonesia,” ungkap  Anies.

JS Badudu meninggal dunia, Sabtu malam 12 Maret 2016 pukul 22.10 WIB karena sakit, dalam usia 89 tahun, di Rumah Sakit Hasan Sadikin, Bandung. Tokoh Bahasa Indonesia ini lahir di Gorontalo 19 Maret 1926.

Almarhum JS Badudu meninggalkan sembilan anak, sembilan menantu, 23 cucu, dan dua cicit. Istri almarhum, Eva Henriette Alma Koroh, sudah terlebih dahulu meninggal dunia pada 16 Januari 2016 lalu. Jenazah JS Badudu disemayamkan di rumah duka di Jalan Bukit Dago Selatan Nomor 27, Bandung sebelum dimakamkan.

JS Badudu adalah pakar Bahasa Indonesia dan guru besar Linguistika di Universitas Pajajaran, Bandung. Dia pernah sangat dikenal saat membawakan acara Pembinaan Bahasa Indonesia di TVRI pada tahun 1974-1979.

Selain mengajar dan menulis berbagai artikel dan sejumlah buku yang berkaitan dengan Bahasa Indonesia, JS Badudu juga menyusun setidaknya empat kamus, yaitu: Kamus Ungkapan Bahasa Indonesia terbitan 1975, Kamus Umum Bahasa Indonesia (2001), dan Kamus Kata-Kata Serapan Asing dalam Bahasa Indonesia.

Ungkapan ‘gunakan tata bahasa yang baik dan benar’ adalah anjuran JS Badudu yang dikenal hingga saat ini. (asep.ak)

 

Beri Tanggapan Anda?