Easycash Kolaborasi dengan IA-SBM ITB Gelar Edukasi Literasi Keuangan
Abadikini.com, BANDUNG – PT Indonesia Fintopia Technology (Easycash) berkolaborasi dengan Ikatan Alumni Sekolah Bisnis dan Manajemen Institut Teknologi Bandung (IA-SBM ITB) mengadakan Kuliah Umum Edukasi Keuangan Pribadi bagi mahasiswa S1 dan S2 SBM ITB. Kegiatan yang juga melibatkan PT Plus Ultra Abadi (UATAS) dan PT Smartec Teknologi Indonesia (Bantusaku) ini merupakan rangkaian dari Bulan Fintech Nasional AFTECH, dengan tujuan utama memperkuat literasi keuangan generasi muda sebagai bekal penting memasuki dunia kerja.
Kesenjangan Literasi vs. Inklusi Keuangan
Ketua Umum IA-SBM ITB, Novrizal Pratama, menyoroti adanya kesenjangan antara tingkat literasi keuangan (65,4%) dan inklusi keuangan (80,55%) Indonesia (Survei Nasional 2025). Kesenjangan ini menunjukkan masyarakat semakin cepat mengakses layanan keuangan digital, namun belum sepenuhnya memahami cara mengelola risiko dan menjaga keamanan data pribadi.
“Keterlibatan universitas, alumni, dan pelaku industri sangat penting untuk membekali mahasiswa dengan pemahaman praktis yang relevan dengan dinamika ekonomi digital saat ini,” kata Novrizal dalam keterangan, Minggu (30/11/2025).
Ia menambahkan, pengelolaan keuangan modern tidak hanya soal menabung, tetapi juga tentang memahami risiko, perencanaan, serta mampu membedakan layanan legal dan ilegal.
Fokus pada Keuangan Bijak dan Keamanan Digital
Head of Corporate Affairs Easycash, Wildan Kesuma, menegaskan komitmen Easycash sebagai platform pinjaman daring (pindar) berizin OJK untuk menghadirkan edukasi keuangan yang relevan bagi Gen Z dan milenial.
Dalam kuliah umum yang digelar di Kampus MBA SBM ITB, Jumat (28/11), Wildan menekankan bahwa kemampuan memahami dasar-dasar pengelolaan keuangan dan literasi digital adalah kebutuhan esensial bagi mahasiswa.
“Melalui kegiatan ini, Easycash ingin membantu mahasiswa/mahasiswi memahami manfaat dan risiko dari platform pindar, teori piramida perencanaan keuangan, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman penipuan digital,” ungkap Wildan.
Dalam sesi tersebut, Easycash memperkenalkan Modul Bijak Keuangan (MOJANG) Easycash yang mencakup:
Teori: Piramida perencanaan keuangan dan metode budgeting 50-30-20.
Aplikasi: Tiga tips sederhana, yakni mencatat pendapatan/pengeluaran, konsisten menggunakan metode 50:30:20, dan membedakan kebutuhan versus keinginan.
Wildan juga menyampaikan pentingnya mengatur keuangan tidak hanya untuk berhemat, tetapi untuk mempersiapkan diri menghadapi ketidakpastian seperti inflasi dan kebutuhan darurat.
Waspada Penipuan Digital
Menyikapi perkembangan layanan digital, Easycash juga membekali mahasiswa dengan tips penting untuk waspada terhadap penipuan digital, termasuk:
Tidak mengunduh aplikasi di luar App Store atau Play Store.
Mencurigai aplikasi yang meminta izin akses kontak atau galeri tanpa alasan jelas.
Segera lapor ke OJK atau Indonesia Anti Scam Centre (IASC) jika sudah terlanjur terlibat pinjol ilegal.
“Data pribadi adalah aset paling berharga yang harus dijaga. Perlu diingat, sebagian besar penipuan terjadi bukan karena kurangnya teknologi, tetapi karena kurangnya kehati-hatian,” tutup Wildan.



