Demo Anarkis Malam Ini, Aparat Harus Ungkap Aktor Intelektualnya
Oleh: Prof. Ali Mochtar Ngabalin

Abadikini.com, JAKARTA – Jakarta malam ini berduka. Demonstrasi yang sejak sore mengguncang depan Gedung DPR menjalar ke kawasan Pejompongan dan berubah menjadi tragedi. Affan Kurniawan, seorang pengemudi ojek online, meninggal dunia setelah tertabrak mobil taktis Barakuda milik Brimob.
Video-video viral memperlihatkan suasana mencekam, termasuk rekaman seorang warga yang terlindas kendaraan, meski identitas dan kondisinya belum dapat dipastikan. Malam ini, gas air mata memenuhi udara, dan rakyat kecil kembali menjadi korban benturan kepentingan besar.
Kita memberi apresiasi kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan jajaran pimpinan Polri yang bergerak cepat: meminta maaf secara terbuka, memerintahkan Propam turun tangan, serta menjanjikan investigasi menyeluruh.
Respons ini penting untuk meredam gejolak, namun tidak boleh berhenti di situ. Permintaan maaf tanpa pengungkapan pemantik dan dalang hanya akan membuka jalan bagi tragedi berikutnya. Siapa pun yang merancang kerusuhan ini jelas orang besar, memiliki jaringan kuat, dan berani mengacaukan bangsa. Dalangnya harus dibongkar, siapa pun dia.
Sebagai mantan anggota DPR RI, saya memahami tekanan, kompleksitas, dan tanggung jawab besar lembaga ini. Namun pengalaman itulah yang membuat saya yakin DPR butuh reformasi serius agar tetap relevan dan dipercaya rakyat.
Saya mendukung DPR untuk berbenah, memperbaiki citra, dan menjadi rumah aspirasi yang benar-benar mewakili suara bangsa. Kritik publik harus dijadikan bahan koreksi, bukan dipandang sebagai ancaman. Namun di tengah tuntutan perubahan ini, kita tidak boleh membiarkan arah kemarahan rakyat dimanipulasi dan dialihkan semata menjadi bentrokan dengan aparat.
Peristiwa malam ini bukan sekadar bentrokan jalanan. Ini adalah alarm serius bagi national security Indonesia. Ketika aksi rakyat berubah menjadi chaos yang memakan korban, lalu fokus publik dialihkan dari tuntutan reformasi DPR ke konflik horizontal dengan aparat, maka ada skenario besar yang sedang dimainkan.
Negara tidak boleh lengah. Aparat harus mengurai kekacauan ini seperti mencabut akar yang membelit: menelusuri sumber provokasi, memeriksa pola koordinasi massa, dan mengungkap otak yang merancang destabilisasi.
Bangsa ini sudah terlalu sering belajar dari sejarah: kerusuhan yang dibiarkan tanpa pengungkapan menyeluruh hanya akan melahirkan siklus kekerasan baru. Aparat harus bergerak profesional dan transparan, menunjukkan keberanian menegakkan hukum, bahkan jika harus menembus tembok kekuasaan.
Kepastian hukum adalah satu-satunya cara memulihkan kepercayaan publik dan menjaga keutuhan negara. National security tidak hanya soal senjata dan pasukan, tetapi juga tentang keadilan yang ditegakkan serta kepercayaan rakyat yang dijaga.
Kita berhutang keadilan kepada Affan Kurniawan dan rakyat kecil lainnya yang menjadi korban. Kepada aparat, ini adalah ujian integritas. Kepada DPR, ini momentum berbenah dan kembali menjadi wakil rakyat yang sesungguhnya. Dan kepada siapa pun yang bermain di balik layar, pesan bangsa ini jelas: kita tidak akan tunduk pada skenario kotor.
Aparat harus segera menemukan dan menyeret aktor intelektual di balik kerusuhan malam ini ke meja hukum. Hanya dengan keberanian mencabut akar persoalan, bangsa ini dapat keluar dari lingkaran kekerasan, memulihkan kepercayaan publik, dan membuktikan bahwa demokrasi Indonesia tidak bisa dibajak. Darah rakyat tidak boleh tumpah sia-sia.
Penulis
Ketua Umum Pengurus Pusat Badan Koordinasi Muballigh Se-Indonesia (PP BAKOMUBIN)
Anggota Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (WANTIM MUI)