Bongkar Aktivitas Nuklir Korea Utara, Ilmuwan AS Ditahan China, Hubungan Beijing-Washington Memanas

Abadikini.com, JAKARTA – Pemerintah China menahan ilmuwan seismologi Amerika Serikat, Youlin Chen, dengan tuduhan melakukan kegiatan spionase. Kasus ini menjadi sorotan internasional karena penelitian yang dilakukan Chen selama ini menggunakan data terbuka untuk memantau uji coba nuklir Korea Utara, bukan informasi rahasia.

Melansir Reuters, Chen telah ditahan di China sejak November 2024. Selama masa penahanannya, ia disebut telah menjalani lebih dari 100 kali pemeriksaan oleh aparat keamanan China terkait penelitiannya mengenai sinyal seismik dari lokasi uji coba nuklir Korea Utara.

Penelitian Chen selama ini didanai oleh lembaga pemerintah Amerika Serikat, termasuk Departemen Luar Negeri AS dan Air Force Research Laboratory. Namun Reuters menyebut seluruh hasil riset tersebut dipublikasikan secara terbuka dan tidak melibatkan dokumen rahasia maupun akses terhadap informasi intelijen.

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio pada Maret 2026 telah menetapkan Chen sebagai warga Amerika yang “ditahan secara tidak sah” (wrongfully detained). Presiden Donald Trump bahkan dilaporkan telah mengangkat kasus tersebut dalam pertemuannya dengan Presiden Xi Jinping pada Mei lalu, tetapi hingga kini belum membuahkan hasil.

Istri Chen, Yufang Rong, yang juga seorang ilmuwan seismologi, mengaku khawatir suaminya akan divonis bersalah dalam persidangan tertutup. Ia mengatakan kondisi suaminya di tahanan memprihatinkan, mulai dari minimnya asupan gizi hingga terbatasnya akses layanan kesehatan.

Sejumlah kelompok hak asasi manusia menilai kasus ini menunjukkan semakin ketatnya pendekatan China terhadap ilmuwan asing. Mereka menduga Beijing mulai menganggap sebagian data ilmiah yang sebelumnya bersifat terbuka sebagai rahasia negara, sehingga memunculkan kekhawatiran baru di kalangan akademisi internasional.

Kasus Chen diperkirakan akan menjadi salah satu isu penting dalam hubungan diplomatik Washington dan Beijing menjelang rencana kunjungan Presiden Xi Jinping ke Amerika Serikat dalam beberapa bulan mendatang.

Topik Berita

Baca Juga

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker