Ini Harga Asli Gas LPG 3 Kg

Abadikini.com, JAKARTA – Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Eddy Soeparno membeberkan bahwa harga LPG bersubsidi tabung 3 kg yang ada di pasaran saat ini jauh dari harga keekonomian.

Dia menyebut, harga keekonomian LPG 3 kg sejatinya telah mencapai Rp 53 ribu per tabung.

Sementara harga jual LPG 3 kg yang beredar, khususnya di wilayah Jakarta dan sekitarnya, berkisar antara Rp 19 ribu – Rp 22 ribu per tabung.

“Di dalam setiap tabung LPG 3 kg, ada subsidi pemerintah Rp 33 ribu. Jadi kalau harganya sekarang adalah katakan saja Rp 20 ribu deh harganya, artinya kan keekonomiannya Rp 53 ribu kan?” jelas Eddy dilansir dari CNBCIndonesia Selasa (9/7/2024).

Eddy menilai, subsidi LPG 3 kg yang diberikan pemerintah diperkirakan akan mengalami pembengkakan pada tahun-tahun berikutnya. Mengingat, asumsi dasar yang disetujui antara DPR dengan Pemerintah menunjukkan konsumsi LPG dalam negeri pada 2025 diperkirakan akan semakin meningkat.

“Apakah kemudian pemerintah akan mengevaluasi subsidinya, ya tentu kami serahkan kepada pemerintah. Tetapi dari segi volume, kita lihat tahun depan ini, berdasarkan asumsi dasar yang sudah kita lakukan, disepakati dengan Kementerian ESDM, itu volume-nya (LPG subsidi) meningkat menjadi 8,17 juta kilo liter,” ungkapnya.

Dengan begitu, dia mengusulkan kepada pemerintah untuk bisa melakukan pembatasan penjualan LPG 3 kg dengan mendetailkan siapa saja yang berhak mendapatkan LPG bersubsidi tersebut.

Selain itu, dia juga mendorong agar subsidi yang selama ini diberikan oleh pemerintah melalui produk, agar dialihkan menjadi subsidi langsung kepada orang yang berhak menerima subsidi secara tunai.

“Jadi diperkirakan tahun 2026, pemberian subsidi LPG 3 kg yang sudah tidak ada lagi kepada produk. Jadi harga di pasaran itu semuanya sama. Yang kemudian terjadi adalah penerima yang berhak untuk menerima subsidi itu langsung akan dikirimkan, dikreditkan kepada itu langsung kepada rekening mereka masing-masing di bank,” tandasnya.

Seperti diketahui, pemerintah menargetkan subsidi dan kompensasi energi pada 2025 bisa terpangkas hingga Rp 67,1 triliun. Hal tersebut bisa tercapai bila transformasi subsidi dan kompensasi energi dijalankan dalam jangka pendek atau pada 2025 mendatang.

Mulai dari pengendalian subsidi LPG 3 kilogram (kg), penerapan tariff adjustment untuk pelanggan listrik non subsidi golongan rumah tangga kaya (3.500 VA ke atas) dan golongan pemerintah, dan pengendalian subsidi dan kompensasi atas BBM Solar dan Pertalite.

Konsumsi BBM Solar dan Pertalite diharapkan dapat berkeadilan dengan pengendalian kategori konsumen. Volume konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi, yakni Solar dan Pertalite, dikurangi sebesar 17,8 juta kilo liter (kl).

Hal itu tertuang dalam Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal tahun 2025.

“Keseluruhan simulasi reformasi subsidi dan kompensasi energi ini diproyeksikan akan menghasilkan efisiensi anggaran sebesar Rp 67,1 triliun per tahun,” tulis dokumen Kerangka Ekonomi Makro tersebut.

Baca Juga

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
planet128 rawit128 planet128 turbo128 planet128 rawit128 cahaya128 rawit128 planet128 rawit128 ufo777 slot gacor planet128 planet128 rawit128 turbo128