Yayasan ADRA dan Pemkab Kupang Berkolaborasi Atasi Kekeringan

Abadikini.com, KUPANG – Bertempat di Hotel Kristal Kota Kupang, Jumat (21/6/2024), digelar kegiatan Konsultasi Publik Rencana Kontingensi dan Lokakarya Pembelajaran serta Praktik Baik Pelaksanaan Program Aksi Antisipatif (FFACT) di Kabupaten Kupang.

Plt. Sekretaris Daerah Kabupaten Kupang, Novita Foenay, yang membuka kegiatan ini, menyampaikan terima kasih kepada ADRA yang telah menginisiasi kegiatan ini sebagai wujud kemitraan yang baik dalam rangka penanggulangan bencana secara kolaboratif antara pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan.

“Meskipun secara kelembagaan pemerintah bertanggung jawab terhadap penanggulangan bencana, namun secara kemanusiaan, penanggulangan bencana sebenarnya merupakan panggilan kemanusiaan bagi kita semua, baik itu LSM/NGO, pelaku usaha, akademisi, maupun masyarakat Kabupaten Kupang,” kata Novita.

Novita menjelaskan bahwa saat ini Pemkab Kupang, dengan dukungan dari Siap Siaga NTT, telah menyediakan rencana kontingensi yang memuat peran dan fungsi masing-masing pihak, sumber daya yang dimiliki, dan skenario penanggulangan bencana. Tujuannya adalah untuk meminimalisir dampak dan risiko dari bencana yang tidak dapat dihindari.

“Rencana kontingensi tersebut dapat kita sempurnakan dengan aksi-aksi antisipatif, agar paradigma penanggulangan bencana yang saat ini dominan dengan pendekatan responsif, dapat berubah menjadi pendekatan antisipatif,” ucapnya.

Ia berharap kegiatan lokakarya ini menghasilkan aksi-aksi antisipatif yang relevan, sesuai potensi dan karakteristik wilayah di Kabupaten Kupang, serta diimplementasikan dalam menanggulangi potensi bencana kekeringan yang dipastikan akan dihadapi oleh masyarakat Kabupaten Kupang dalam waktu dekat.

“Kemitraan dan kolaborasi ADRA dan Pemkab Kupang dalam melakukan aksi antisipatif di tahun 2023 telah memberikan kontribusi yang baik dalam mengurangi risiko bencana kekeringan bagi masyarakat Kabupaten Kupang,” kata dia.

Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Kupang, Semmy Tinenti, mengatakan bahwa bencana kekeringan menjadi tanggung jawab bersama. Langkah penanganan pada status siaga darurat adalah aktifasi sistem komando dan pengaktifan rencana kontingensi, pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terancam, perlindungan kelompok rentan, dan pengendalian sumber ancaman bencana.

“Saya butuhkan kolaborasi kita bersama dalam upaya mewujudkan misi ADRA dan Pemkab Kupang dalam menanggulangi bencana kekeringan di Kabupaten Kupang,” ungkap Semmy.

Perwakilan ADRA, Project Manager Aminuddin Magatani, secara virtual menyampaikan terima kasih kepada Pemkab Kupang, BPBD, dan seluruh stakeholder atas kerja kolaborasi melalui program aksi antisipatif. Sejak tahun 2023, ADRA Indonesia mengimplementasikan proyek prakiraan berbasis biaya untuk tindakan antisipatif dalam menghadapi bencana di empat kabupaten di empat provinsi, yakni Kabupaten Pandeglang (Banten), Kabupaten Sigi (Sulawesi Tengah), Kabupaten Bima (NTB), dan Kabupaten Kupang (NTT).

Kegiatan ini juga difasilitasi oleh Forum Pengurangan Risiko Bencana Kabupaten Kupang yang diketuai Elfrid Saneh. Lokakarya ini ditandai dengan penyerahan draft Dokumen Renkon dari Pemkab Kupang kepada tiga perwakilan peserta, yakni Sinode GMIT, Basarnas, dan Kodim 1604/Kupang.

Baca Juga

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
planet128 rawit128 planet128 turbo128 planet128 rawit128 cahaya128 rawit128 planet128 rawit128 ufo777 slot gacor