Bupati Konawe Utara Bantah Tuduhan Penyalahgunaan Dana Bantuan Banjir

Abadikini.com, WANGGUDU – Menanggapi pemberitaan yang menyudutkan dan memfitnah Bupati Konawe Utara (Konut), Ruksamin, terkait dugaan penggunaan dana bantuan banjir untuk kepentingan politik, Bupati Ruksamin dengan tegas menyatakan bahwa tuduhan tersebut tidak benar.

Bupati Konawe Utara, Ruksamin, menjelaskan bahwa bantuan beras yang disalurkan merupakan sumbangan dari teman-teman Selaras yang telah memberikan beras jauh sebelum bulan puasa, sebagai respons terhadap lonjakan harga beras. “Penyaluran beras ini sudah dilakukan sejak sebelum Ramadhan, dengan tujuan membantu masyarakat di beberapa Kabupaten di Sulawesi Tenggara (Sultra) yang terdampak kenaikan harga beras,” jelasnya pada Minggu (26/5/2024).

Ruksamin menambahkan, penyaluran beras ini merupakan ungkapan terima kasih kepada teman-teman yang telah berpartisipasi membantu Partai Bulan Bintang (PBB). “Tuduhan bahwa uang tersebut merupakan bantuan Dana Banjir sangat tidak benar. Silakan dicek sendiri jumlah bantuan yang masuk di Kabupaten Konut,” tegasnya.

Sebagai Bupati yang akan maju sebagai calon gubernur Sultra, Ruksamin menegaskan bahwa ia tidak akan pernah menggunakan dana bantuan banjir untuk kepentingan politik. “Penggunaan dana bantuan untuk korban banjir di Kabupaten Konawe Utara untuk kepentingan politik adalah haram hukumnya,” ujarnya dengan tegas.

Ruksamin juga menyampaikan bahwa media yang telah memberitakan informasi tersebut tanpa melakukan konfirmasi akan diminta untuk melakukan permintaan maaf dan klarifikasi. “Apabila tidak ada klarifikasi, tim hukum kami sudah mempersiapkan langkah-langkah hukum yang diperlukan,” pungkasnya.

Selain itu, tindakan hukum juga akan ditempuh terhadap individu yang menyebarkan informasi yang tidak benar. “Untuk media yang tidak sesuai dengan kode etik jurnalistik, kami akan melaporkan hal ini ke Dewan Pers sesuai ketentuan yang berlaku,” jelas Ruksamin.

Baca Juga

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker