Dibeli Konglomerat Indonesia, Como 1907 Mulai Unjuk Gigi

Abadikini.com, JAKARTA – Pembicaraan mengenai klub sepakbola Como 1907 menguat beberapa hari terakhir. Pasalnya, Como berhasil berada di posisi ke-2 Serie B dan memastikan melanjutkan pertandingan ke liga tertinggi di Italia, yakni Serie A.

Lebih menariknya lagi keberhasilan tersebut juga menyeret Indonesia karena pemilik Como 1907 adalah orang Indonesia, yakni Michael Hartono dan Budi Hartono. Keduanya merupakan konglomerat Indonesia pemilik perusahaan perbankan BCA dan rokok Djarum.

Melansir laman cnbcindonesia Senin (13/5/2024) ketika dibeli Hartono bersaudara, Como termasuk klub sepakbola bersejarah di Italia. Klub ini berdiri pada 1907 yang kemudian diberi nama sesuai kota kelahirannya, yakni Kota Como, Italia. Lima tahun setelah berdiri, Como memulai debutnya di Promotion League 1912-1913. Setelahnya, klub tersebut berhasil menembus ke Serie A, liga teratas Italia.

Sejak itu, Como selalu menjadi sorotan karena berhasil menyaingi klub papan atas lain, seperti Intermilan dan AC Milan. Bahkan, situs resmi klub menjelaskan di periode musim 1927-1945, Como menjadi tim sepakbola yang tidak terkalahkan. Di Serie B dan Serie C, Como selalu menorehkan hasil positif hingga mengungguli AC Milan dan Inter Milan.

Hanya saja, dalam perjalanannya, Como 1907 tak selalu mulus. Sepanjang abad ke-20, Como tercatat naik turun liga, dari Serie A ke Serie B lalu lanjut lagi ke Serie A.

Dalam situs resmi, sejak awal berdiri Como sudah menyabet tiga gelar juara Serie B dan 4 gelar Serie C. Namun, sekitar musim 2002-2003, nama Como mulai tenggelam. Penyebabnya karena masalah keuangan.

Besarnya masalah keuangan berdampak pada menurunnya performa Como. Berulangkali menelan kekalahan membuatnya harus terdepak ke liga terendah Italia, yakni Serie D. Pada titik ini pula, Como dinyatakan bangkrut dan tak ada investor yang mau mengelolanya.

Hanya ada beberapa investor yang hendak membenahi Como, tapi tidak lama. Como pun makin tenggelam. Klub tersebut pun bahkan tidak bisa bermain karena terganjal aturan-aturan yang harus dijalani. Hingga akhirnya di tahun 2019, ada investor serius yang berniat mengelola Como.

Investor tersebut adalah perusahaan Indonesia, yakni Djarum. Djarum membeli klub tersebut dengan harga sangat rendah bagi pasaran klub, yakni hanya Rp10 miliar. Meski demikian, Djarum tampak serius membenahi Como.

Sejak dikendalikan Djarum, beberapa nama beken seperti eks-pemain Chelsea Dennis Wise didapuk menjadi penasehat. Lalu, nama-nama lan seperti Thierry Henry dan Cesc Fabregas menjadi pemilik saham minoritas. Kolaborasi ini lantas membuahkan hasil.

Como mulai bertanding di Serie D. Lalu berlanjut hingga berhasil menembus Serie A pada 10 Mei 2024 lalu. Keberhasilan ini membuat Como berhasil meraih tempat di liga tertinggi itu setelah penantian 21 tahun.

Baca Juga

Berita Terkait
Close
Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
planet128 rawit128 planet128 turbo128 planet128 rawit128 cahaya128 rawit128 planet128 rawit128