Kim Jong Un Minta Warga Korut Punya Banyak Anak

Abadikini.com, PYONGYANG – Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, berpidato di Pertemuan Ibu Nasional tahunan ke-5 di Pyongyang, Korea Utara (Korut).

Kim Jong Un melakukan hal yang mengejutkan dan belum pernah terjadi, dia menitikkan air mata saat membacakan keterangan mengenai penurunan populasi Korea Utara yang mengkhawatirkan.

Kim Jong Un memohon agar wanita di negaranya memiliki lebih banyak anak untuk memperkuat kekuatan bangsa.

Dia tampak berusaha menahan air mata dengan menyeka pipi dengan sapu tangan seolah sedang menangis.

“Menghentikan penurunan angka kelahiran dan menyediakan pengasuhan dan pendidikan anak yang baik adalah urusan keluarga yang harus kita selesaikan bersama ibu kita,” kata Kim Jong Un.

Penurunan populasi akibat tingkat kelahiran yang rendah tampaknya terjadi karena kemiskinan yang terus merajalela di Korea Utara.

Korea Utara merupakan salah satu negara termiskin di dunia. Penurunan populasi karena tingkat kelahiran yang sangat rendah tampaknya imbas dari kemiskinan dan kelaparan yang terus merajalela di sana.

Pemerintahan Kim Jong Un menjanjikan manfaat, seperti makanan, obat-obatan, pengaturan perumahan, dan lain-lain, bagi keluarga yang memiliki tiga anak atau lebih, demi pasangan suami istri lebih rajin reproduksi.

“Banyak keluarga di Korea Utara juga tidak berniat memiliki lebih dari satu anak saat ini karena mereka tahu bahwa mereka membutuhkan banyak uang untuk membesarkan anak-anak mereka, menyekolahkan mereka, dan membantu mereka mendapatkan pekerjaan,” jelas Ahn Kyung Su, kepala DPRKHealth.org, sebuah portal berita khusus masalah kesehatan di Korea Utara.

Permohonan Kim Jong Un yang penuh air mata kepada perempuan untuk memiliki lebih banyak bayi adalah hal yang ironis, mengingat Korea Utara sempat menggalakkan  program pengendalian kelahiran pada tahun 70an dan 80an untuk memperlambat pertumbuhan populasi pascaperang.

Namun, pada tahun 90an, musibah kelaparan menewaskan ratusan ribu warga Korea Utara.

Berdasarkan laporan Sky News, statistik Korea Selatan menunjukkan populasi Korea Utara saat ini diperkirakan berjumlah 25,7 juta jiwa, tapi diperkirakan akan menyusut menjadi 23,7 juta pada tahun 2070.

Penilaian yang dilakukan pemerintah Korea Selatan menunjukkan tingkat kesuburan di negara tetangganya di utara telah menurun selama 10 tahun terakhir.

Rata-rata jumlah bayi yang diperkirakan akan lahir dari seorang perempuan Korea Utara sepanjang hidupnya mencapai 1,79 bayi pada tahun 2022, turun dari 1,88 bayi pada tahun 2014.

Tentu saja Kim Jong Un khawatir terhadap penurunan populasi negaranya. Sebab, salah satu pemasukan terbesar Korea Utara adalah mobilisasi tenaga kerja untuk membantu menjaga perekonomian yang rusak dan terkena sanksi berat agar tetap bertahan.

Baca Juga

Berita Terkait
Close
Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker