100 Lebih Staf PBB Tewas di Perang Gaza

Abadikini.com, JAKARTA – Lebih dari 100 orang staf PBB tewas sejak perang Israel-Hamas berlangsung selama sebulan lebih. Menurut Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA), Jumat (10/11/2023), jumlah korban tewas tersebut menjadikan konflik di Gaza ini paling mematikan bagi badan dunia tersebut dalam periode waktu yang singkat.

Dilaporkan, beberapa staf PBB tewas saat mengantre untuk mendapatkan roti. UNRWA juga mengatakan, korban lainnya tewas ketika berada bersama keluarga di kediamannya.

Menurut UNRWA, korban warga sipil terus bertambah sejak Israel mengombinasikan serangannya, dengan gempuran udara dan perang darat sejak Hamas menyerang negara itu pada 7 Oktober 2023 lalu.

“Lebih dari 100 rekan UNRWA dipastikan tewas dalam 1 bulan. Orang tua, guru, perawat, dokter, staf pendukung. UNRWA berduka, warga Palestina berduka, Israel berduka,” kata Kepala UNRWA Philippe Lazzarini di platform media sosial X.

Badan tersebut kemudian mengatakan, berduka kehilangan 101 rekannya.

“Mereka mewakili apa yang terjadi pada masyarakat Gaza. Mereka bekerja untuk PBB. Mereka dan setiap warga sipil lainnya di Jalur Gaza, seharusnya tidak dibunuh,” kata Direktur Komunikasi UNRWA Juliette Touma.

Staf PBB di seluruh dunia akan mengheningkan cipta selama satu menit dan bendera akan dikibarkan setengah tiang pada Senin 13 Nobember mendatang, kata badan global itu.

Israel menyalahkan Hamas atas kematian warga sipil di Gaza, dengan mengatakan, kelompok tersebut menggunakan penduduk sebagai perisai manusia dan menyembunyikan senjata dan peralatan di sekitar rumah sakit, yang terkena pemboman .

Selain Gaza, konflik paling mematikan bagi pekerja bantuan PBB adalah Nigeria pada 2011 ketika seorang pengebom bunuh diri menyerang kantor PBB di Abuja saat terjadi pemberontakan Islam, yang menewaskan 46 orang.

Baca Juga

Berita Terkait
Close
Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker