Tagihan PAM Capai Rp 2 Juta, Bassist Band Gigi Thomas Ramdhan Merasa Diperas

Abadikini.com, JAKARTA – Pemain bass grup band Gigi Thomas Ramdhan menceritakan pengalamannya terkait dengan tagihan dari Perusahaan Air Minum (PAM) di rumahnya. Yang mengejutkan adalah billing yang diterimanya lebih dari Rp 2 juta, padahal ia mengaku jarang di rumah dan hanya tinggal berdua saja.

“Saya akan sedikit berbagi pengalaman dan menanyakan ke teman-teman semua yang mungkin sama-sama pengguna air pam, khususnya di wilayah Depok yang dikelola oleh PT Tirta Asasta Depok,” katanya dalam akun Instagram miliknya @thomasramdhan, Kamis (9/11/2023).

Thomas mengatakan, saat pembayaran lima bulan awal billing yang diterimanya hanya sekitar Rp 88.000 – Rp 100.000. Kenaikan terasa memasuki bulan keenam, tapi tidak terlalu signifikan dan masih dianggap wajar.

Selanjutnya di bulan ketujuh tagihan mulai tak masuk akan, yakni mencapai Rp 664.000. Lalu di bulan ke sembilan yaitu September tagihan yang diterima adalah Rp 2.148.800.

“Saya masih diam tuh. Pas bulan kesepuluh itu hampir Rp 1 juta, lalu saya WhatsApp ke adminnya. Saya hanya mengemukakan, ini ada apa, kok kenaikannya sampai segitu?” terangnya.

“Bulan 11 saya cek pas mau bayar, November 2023 itu billing-nya Rp 1.662.400 enggak langsung saya transfer kalau yang ini,” tambahnya.

Tanggapan Pihak PAM

Menurutnya, tanggapan dari perusahaan PAM cukup lamban. Keluhan yang disampaikannya baru direspons sekitar dua hari kemudian.

Semua bukti diberikan Thomas, mulai dari foto meteran air yang dikirimnya selama tiga hari berturut-turut, hingga tagihan yang diterimanya setiap bulan.

“Setelah diperiksa, terus mereka bilang tidak ada kebocoran jadi murni pemakaian. Sementara dari sisi saya, merasa tidak pernah memakai pemakaian berlebih,” ujarnya.

Thomas menegaskan, rumah yang ditinggalinya itu hanya dihuni oleh dua orang saja. Ditambah lagi dirinya lebih sering bepergian ke luar kota bersama Gigi. Oleh karenanya, tagihan air yang didapatnya tersebut dirasa tak masuk akal dan ia merasa diperas.

“Kayak diperas, seenaknya. Saya minta ke badan-badan terkait yang berwenang untuk menertibkannya. Ini pelayanannya sangat buruk dan tidak worth it, sangat tidak masuk akal,” pungkasnya.

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker