Putin Tanggapi Warga Israel Sweeping di Rusia

Abadikini.com, JAKARTA – Presiden Rusia Vladimir Putin buka suara soal sweeping warga Israel di Republik Dagestan, Rusia. Ia menyebut Barat dan Ukraina mendalangi kerusuhan anti-Israel di bandara negara bagian itu akhir pekan.

Ia mengklaim bahwa mereka mendapat keuntungan dari perpecahan Rusia. Dalam pertemuan yang disiarkan televisi dengan para pejabat senior, Putin mengatakan bahwa Barat dan Ukrainalah yang mengorganisir “kekacauan mematikan” tersebut.

“Siapa yang mengorganisir kekacauan mematikan ini dan siapa yang mendapat keuntungan darinya,” katanya, menurut komentar yang dipublikasikan di situs web Kremlin, dikutip CNBC International, Selasa (31/10/2023).

“Saat ini, menurut pendapat saya, hal ini sudah menjadi jelas dan jelas bagi semua orang,” tambahnya.

Ia pun berujar telah menunjuk anggota Dewan Keamanan, pemerintah Rusia dan lembaga penegak hukum untuk menangani situasi di negara bagan muslim itu. Dikatakannya ada upaya untuk menggunakan konflik di Timur Tengah guna “melawan Rusia.”

“Saya telah berbicara tentang upaya untuk menggunakan situasi dramatis di Timur Tengah, konflik regional lainnya terhadap negara kita, melawan Rusia,” jelasnya.

“Untuk menggoyahkan dan memecah belah masyarakat multinasional dan multi-agama kita. Untuk melakukan hal ini, mereka menggunakan berbagai cara, seperti yang kita lihat, provokasi terbaik dan teknologi psikologis canggih serta agresi informasi,” klaim Putin lagi.

Sebelumnya puluhan orang di Dagestan menyerbu bandara Makhachkala, Minggu. Berdasarkan video viral yang diunggah Russia Today dan Izvestia, lusinan pengunjuk rasa pro Palestina menerobos pintu dan penghalang dan beberapa berlari ke landasan pacu.

Mereka melakukan itu pasca sebuah isu beredar bahwa penerbangan asal Israel telah mendarat di wilayah itu. Salah satu pengunjuk rasa terlihat dalam video memegang tanda bertuliskan “Pembunuh anak tidak memiliki tempat di Dagestan”.

Isu ini pun kemudian dibenarkan situs Flightradar yang menunjukkan bahwa penerbangan Red Wings dari Tel Aviv telah mendarat di Makhachkala pada pukul 19:00 waktu setempat. Outlet media independen Rusia Sota mengatakan itu adalah penerbangan transit yang dijadwalkan lepas landas lagi ke Moskow dua jam kemudian.

Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu langsung bereaksi. Ia meminta Rusia melindungi warganya.

“Israel mengharapkan pemerintah Rusia untuk melindungi semua warga negara Israel dan semua orang Yahudi, dan untuk bertindak tegas terhadap para perusuh dan terhadap hasutan kekerasan terhadap orang Yahudi dan Israel,” katanya.

Di sisi lain, Gedung Putih menolak tuduhan Putin. Juru bicara Dewan Keamanan Nasional AS, John Kirby, menggambarkannya sebagai “retorika klasik Rusia”.

“Barat tidak ada hubungannya dengan hal ini. Ini hanyalah kebencian, kefanatikan dan intimidasi, murni dan sederhana,” katanya.

Baca Juga

Berita Terkait
Close
Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker