Jokowi Pernah Diminta Izinkan Gibran Jadi Cawapres Prabowo

Abadikini.com, JAKARTA – Sekjen Partai Bulan Bintang (PBB) Afriansyah Noor mengaku sempat meminta langsung kepada Presiden Jokowi agar putra sulungnya, Gibran Rakabuming Raka menjadi cawapres Prabowo Subianto di 2024. Bagaimana ceritanya?

Mengutip dari Kumparan, Selasa (12/9), Afriansyah menyebut lebih baik Prabowo berpasangan dengan Gibran daripada sosok lain yang memiliki banyak masalah.

“Saya bilang sama Pak Jokowi, demi Allah Rasulullah ‘Pak Wakil Pak Prabowo harus betul-betul orang yang tidak punya masalah dan rekam jejak tidak baik. Kalau Bapak endorse ini; ini punya banyak masalah Pak, endorse ini punya banyak masalah’. Saya enggak sebut nama. ‘Terus sopo?’ (Jawab Jokowi),” kata dia di peluncuran buku Prabowo Sang Pemersatu Bangsa di Rumah Besar Relawan Prabowo, Slipi, Jakarta Barat, Senin (11/9/2023).

“Kalau saya sendiri Pak Sekjen PBB nyodorkan Pak Yusril ha-ha-ha ketawa beliau ketawa artinya mana? Ya enggak ada kursi. Tetapi kalau memang tidak juga Pak Prabowo harus didampingi anak muda. Saya sebut nama Gibran betul,” sambungnya.

Lagi-lagi, menurutnya, Gibran adalah sosok ‘bersih’ tanpa masalah. Jadi sangat tepat mendampingi Prabowo.

“Sekalian saja Pak daripada punya masalah kita banyak madamkan api kaya kebakaran sekarang apinya dipadam-padamkan ke mana-mana. Nih capek kita mending kita satu aja sopo? Mas Gibran,” ucapnya.

Dia pun mengungkapkan respons Jokowi. Kata Jokowi, Gibran masih terlalu dini menjadi cawapres.

“Kata beliau Mas Gibran itu Mas Fery masih muda baru 3 tahun jadi Walkot. ‘Enggak ada masalah pak, saya bilang yang penting konstitusi memungkinkan, ada partai pengusung Pak Prabowo cukup kursi tentunya dalam usai yang sekarang lagi digugat PSI sudah cukup,” kata dia.

Lalu, Afriansyah menuturkan Jokowi juga sempat bertanya soal tanggapan publik terkait politik dinasti.

“Kalau dinasti gimana? siapa yang tidak dinasti di republik ini. Enggak ada dinasti semua. Cuma kalau dinastinya punya bobot enggak masalah. Memang Mbak Puan tidak dinasti dengan Bu Mega? Memang Surya Paloh tidak dinasti dengan Prananda?,” sebutnya.

“Semua dinasti; bohong kalau tidak dinasti. Jadi kalau orang-orang bilang dinasti yang kita prinsip dulu kolusi korupsi nepotisme itu dulu (…) sekarang susah kita ngomong. Gimana orang sudah nepotisme semua bupati saja anaknya jadi gubernur DPR RI yak kan. Kemudian abis suami bupatinya masuk istrinya ini konstitusi kita agak ngawur menurut saya,” sambungnya.

Oleh karena itu, jika ada UU yang mengizinkan Gibran maju, maka sebaiknya menjadi cawapres Prabowo.

“Saya pikir kalau UU-,nya bisa untuk Gibran muncul kenapa tidak,” tutup Wamenaker itu.

Baca Juga

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker