Ikuti Ujian Penerimaan Tenaga Medis, Gadis di India Disuruh Lepas Bra

Abadikini.com, JAKARTA – Ujian nasional penerimaan tenaga medis di Kerala, India memicu kehebohan sekaligus kemarahan publik. Musababnya, para gadis yang jadi peserta dipaksa melepas bra mereka sebelum mengikuti ujian.

Seorang gadis 17 tahun di Kollam, Kerala, menceritakan kejadian pada hari Minggu tersebut yang membuatnya malu. Sambil terisak, dia mengatakan dirinya dan teman-temannya merasa terhina saat dia duduk untuk ujian menggunakan rambutnya untuk menutupi dadanya.

“Itu adalah pengalaman yang sangat buruk,” katanya saat menceritakan apa yang terjadi di pusat NEET (National Eligibility and Entrance Test), ujian nasional untuk penerimaan tenaga medis.

“Mereka memanggil saya dan mengatakan akan ada pemindaian. Kami pikir mereka akan membiarkan kami pergi setelah pemindaian, tetapi mereka membuat kami berdiri dalam dua antrean–satu untuk anak perempuan yang memakai bra tanpa kait logam, dan yang lainnya…,” katanya.

“Mereka bertanya kepada saya, ‘apakah Anda mengenakan pakaian dalam dengan kait logam?’ Saya menjawab ya, jadi diminta untuk bergabung dengan barisan itu,” lanjut gadis yang identitasnya dilindungi tersebut, seperti dikutip NDTV, Rabu (20/7/2022).

Gadis itu berkata bahwa dia hampir tidak bisa memahami apa yang terjadi dan mengapa.

“Mereka meminta kami untuk melepas bra kami dan meletakkannya di atas meja. Semua bra dirangkai menjadi satu. Kami bahkan tidak tahu apakah kami akan mendapatkan bra kami lagi ketika kami kembali. Saat kami kembali, penuh sesak, tapi saya mendapatkan milik saya,” katanya, menggambarkan saat-saat memalukan yang tak ada habisnya sebelum salah satu ujian terpenting yang dapat diambil oleh calon medis mana pun.

Beberapa gadis menangis karena malu. Salah satu pegawai keamanan wanita dilaporkan bertanya, “Mengapa Anda menangis?”

Dengan perasaan tidak enak yang mengganggu, petugas keamanan menginstruksikan gadis-gadis itu untuk mengambil bra mereka dan melanjutkan perjalanan.

Baca Juga

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker