ESA dan Space Forge Segera Bangun Pabrik di Luar Angkasa

Abadikini.com, JAKARTA – European Sapce Agensy (ESA) bekerjasama dengan Space Forge akan membangun sebuah pabrik di luar angkasa. Pabrik itu diberi nama ForgeStar.

Kerjasama sama dengan durasi kontrak dua tahun itu berbiaya 2,3 Juta USD atau setara dengan Rp. 34, 2 Miliar,

Rencananya ForgeStar akan dikerahkan ke orbit Bumi seperti satelit kecil lainnya dengan muatan seberat 6 pounds atau setara 2,72 kilogram.

Pabrik tersebut, akan tetap di sana selama antara 10 hari hingga 6 bulan, sesuai dengan berapa lama membuat produk atau eksperimen dikerjakan.

Jika durasi waktu yang ditetapkan kurang, pabrik tersebut bisa diturunkan kembali ke Bumi dan dipulihkan. Setelah itu diorbitkan kembali ke luar angkasa. Tindakan ini dipercaya membantu menekan biaya.

“Apa yang kami lakukan pada 2026 adalah dapat meluncurkan satu satelit setiap bulannya, sehingga pada 2027 kami akan memiliki antara 6 hingga 12 satelit di luar angkasa yang secara rutin kembali ke Bumi,” kata CEO Space Forge Joshua Western, pada Daily Express, seperti dikutip¬† dari okezone.com.

Menurut laman The Independent, ForgeStar akan membuat semikonduktor yang lebih efisien dan paduan yang lebih kuat dan lebih ringan. Produk tersebut dianggap sulit diciptakan di Bumi karena masalah gravitasi, suhu, hingga atmosfer yang padat.

Salah satu produk yang bisa dibuat ForgeStar adalah paduan berbasis nikel yang dipakai untuk turbin pesawat. Paduan buatan ForgeStar diklaim lebih murah daripada buatan di Bumi.

“Paduan berbasis nikel bisa seharga 100.000 USD atau nyaris Rp1,5 miliar per kilogramnya. Ini jauh lebih ekonomis, mengingat ‘transportasi luar angkasa’ saat ini juga biayanya sudah lebih terjangkau,” kata Andrew Bacon, salah seorang pendiri Space Forge.

Dia menjelaskan, dulu untuk bisa meluncurkan satelit diperlukan biaya 20.000 USD atau Rp297,4 juta, tapi sekarang Anda sudah bisa meluncurkan satelit di harga 1.000 USD atau Rp14,8 juta.

Dijelaskan di sana bahwa perusahaan ini akan bermitra juga dengan Virgin Orbit untuk peluncuran ForgeStar-nya. Virgin Orbit akan menyediakan rocket LauncherOne untuk peluncuran perdana ForgeStar.
“Kami selalu mengatakan bahwa Bumi adalah tempat yang sangat buruk untuk membuat sesuatu. Atmosfernya yang padat, suhu yang konsisten, ataupun masalah gravitasi yang membebani. Di luar angkasa, masalah itu tidak ada,” kata Western.

Ia memberi contoh proses pembuatan aluminium misalnya. Jika dibuat di Bumi, mencampur logam bersama-sama membuat mereka terpisah menjadi dua lapisan, timah berat di bawah sedangkan aluminium di atas.

“Namun, kalau dibuat di luar angkasa dengan microgravity untuk mencampur keduanya bukan hal yang mustahil. Bahkan, tidak ada kontaminasi udara, artinya tidak ada oksigen yang bocor. Ini yang membuat luar angkasa jadi tempat paling ideal membuat sesuatu daripada di Bumi,” ungkap Western.

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker