Aktivis 98 Rekan Edy Mulyadi Minta Sistem Negara Dirubah ke Islam

Abadikini.com, JAKARTA – Rekan Edy Mulyadi seorang aktivis 98 menginginkan agar sistem negara Indonesia diubah menjadi syariah Islam. Maka dari itu, ia menyerukan agar rezim Jokowi segera diganti.

Hal terkait tawarannya meminta sistem negara diubah menjadi syariah Islam dan rezim Jokowi diganti itu disampaikan aktivis 98 itu lewat video konferensi persnya yang ditayangkan kanal YouTube MimbarTube, seperti dilihat pada Minggu (30/1/2022).

Dalam video berjudul ‘Bahaya! Aktivis 98 Bacakan Nama Pejabat yang Terlibat Proyek Ibu Kota Baru’ tersebut, tampak pria yang mengaku aktivis reformasi itu tengah bersama Edy Mulyadi saat konferensi pers itu digelar.

Awalnya, aktivis 98 itu menyebut bahwa hukum, ekonomi dan ibu kota saat ini telah dikendalikan oleh para kapitalis.

“Para kapitalis yang mengendalikan hukum, ekonomi, yang mengendalikan ibu kota. Itu persoalan,” kata sang aktivis 98 itu.

Selain itu, ia juga menyebut sistem di negara ini telah rusak lantaran lahir dari sekulerisme atau pemisahan agama dari kehidupan.

Ia pun lantas menyinggung soal adanya moderasi beragama saat ini. Menurutnya, moderasi beragama itu sebenarnya ada untuk menutupi penjajahan kapitalisme oligarki.

“Sistem ini rusak saudara-saudara, lahir dari sekulerisme, pemisahan agama dari kehidupan. Kenapa ada moderasi beragama? Itu sebenarnya untuk menutupi penjajahan kapitalisme oligarki,” bebernya.

Oleh karenanya, ia kembali menegaskan bahwa moderasi beragama itu merupakan paham sekuler.

“Moderasi beragama itu sekuler, untuk menutupi penjajahan kapitalisme oligarki saudara-saudara. Takbir!,” ucapnya.

Lebih lanjut, aktivis 98 itu pun meminta agar sistem negara diubah menjadi syariah Islam lantaran menurutnya sistem tersebut bisa membuat Indonesia lebih baik. Ia pun juga mendesak agar rezim Jokowi segera diganti.

“Ganti rezim, ganti sistem! Kesempatan yang baik ini saya aktivis 98 yang sangat senang dengan syariah, saya tawarkan syariah Islam untuk negeri ini lebih baik,” tegasnya.

Baca Juga

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker