Indonesia dan Swis Jalin Kerja Sama Bilateral Soal Profesional Muda

Abadikini.com, JAKARTA – Indonesia dan Swiss resmi menyepakati penguatan kerja sama bilateral pertukaran profesional muda.

Hal itu ditandai dengan melakukan penandatanganan Persetujuan antara Dewan Federal Swiss dan Pemerintah Republik Indonesia pada Pertukaran Profesional Muda, Selasa (30/11/2021) bertempat di Bundeshaus West, Bern, Swiss.

Penandatanganan dilakukan oleh Dirjen Pembinaan Penempatan dan Perluasan Kesempatan Kerja Kemnaker RI dan Dubes Vincenzo Mascioli, Director International Affairs dari Federal Department of Justice and Police (FDJP) State Secretariat for Migration SEM.

Penandatanganan disaksikan langsung oleh Dubes RI untuk Swiss, Muliaman Hadad.

“Perjanjian ini merupakan tindak lanjut dari perundingan kemitraan ekonomi komprehensif antara Indonesia dan European Free Trade Association (Indonesia-EFTA CEPA) yang telah ditandatangani pada tahun 2018 dan kemudian difinalisasikan pada tahun 2019,” isi keterangan resmi Kemnaker dan KBRI Bern, yang dikutip Kamis (2/12/2021).

Dalam keterangan resmi itu disebutkan dengan ditandatanganinya perjanjian kerja sama pertukaran profesional muda ini, kedua negara sepakat untuk saling membuka pasar tenaga kerja bagi profesional muda usia 18 – 35 tahun untuk bekerja di semua sektor di kedua negara, dengan tetap memperhatikan aturan, khususnya aturan terkait tenaga kerja asing yang berlaku di kedua negara.

Penempatan dilakukan dengan basis kuota maksimal 50 orang profesional muda dalam setiap tahun dengan berbasis kontrak kerja antara pemberi kerja dan pekerja, dimana skema ini telah dimiliki oleh Pemerintah Swiss dengan 14 negara mitra kerjasamanya, salah satunya dengan Indonesia.

Kesepakatan pemerintah Indonesia dengan pemerintah Swiss ini, adalah sangat strategis bagi Indonesia, terutama dalam rangka memperluas kesempatan kerja, khususnya di luar negeri. Terlebih lagi untuk sektor-sektor pekerjaan yang perlindungannya cukup baik, baik itu dilihat dari segi upah, kondisi pekerjaan ataupun kondisi hubungan industri antara pemberi kerja dan tenaga kerja.

Hal ini berarti juga bahwa, kesempatan kerja bagi profesional muda Indonesia terbuka lebar di Swiss, yang pada akhirnya dapat menurunkan angka pengangguran Indonesia, meningkatkan taraf hidup masyarakat, dan mempercepat pertumbuhan ekonomi. Di lain pihak, kesepakatan ini juga menjadi peluang bagi Indonesia, untuk lebih percaya diri dalam menggali peluang-peluang kerja formal yang lebih luas lagi di negara lain.

“Kami berharap ini menjadi milestone awal terbukanya skema kerja sama penempatan tenaga kerja Indonesia di negara-negara mitra kawasan Eropa” ujar Dirjen Binapenta, Kemnaker RI, Suhartono.

Lebih lanjut, Dirjen Binapenta menyampaikan kedua negara akan kembali duduk bersama untuk membicarakan pengaturan teknis dari perjanjian ini guna dapat memaksimalkan pemanfaatan kerja sama yang telah dijalin oleh kedua negara.

“Seperti diketahui, Indonesia-EFTA CEPA mulai berlaku sejak 1 November 2021 dan diharapkan implementasi program Young Professional ini dapat disegerakan sehingga dapat mendukung Indonesia-EFTA CEPA lebih maksimal bagi kedua belah pihak,” pungkas Dubes RI untuk Swiss, Muliaman Hadad.

Baca Juga

Berita Terkait
Close
Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker