Waspada Virus Nipah, 1 Bocah Tewas dan 2 Nakes Tertular di India

Abadikini.com, JAKARTA – Pejabat India sedang menggencarkan pelacakan kontak setelah seorang anak laki-laki berusia 12 tahun di Negara Bagian Kerala meninggal akibat virus Nipah pada Minggu (5/9).

Menurut Menteri Kesehatan Kerala, Veena George, sejauh ini 158 orang yang melakukan kontak dengan korban telah diidentifikasi.

“Dua pekerja medis yang melakukan kontak dengan anak laki-laki berusia 12 tahun itu mengalami gejala terinfeksi virus. Salah seorang di antaranya merupakan pekerja staf di Kozhikode Medical College Hospital dan satu lagi anggota staf di rumah sakit swasta di Kozhikode, tempat korban menjalani perawatan,” kata George kepada media.

“Teridentifikasi 158 orang yang melakukan kontak dengan anak tersebut, dan 20 dari mereka masuk dalam daftar kontak utama (kategori sangat berisiko). Ke-20 orang ini akan dirawat di rumah sakit Medical Collage,” ujarnya.

Departemen Kesehatan telah memperingatkan distrik Kozhikode, Kannur dan Malappuram, selain mendirikan ruang kontrol Nipah di Kozhikode.

Pejabat mengatakan satu bangsal di fakultas kedokteran itu dijadikan bangsal khusus Nipah. Pasien yang positif akan ditempatkan di satu lantai, sementara pasien bergejala akan dirawat di lantai lain bangsal itu.

Virus Nipah secara alamiah dapat ditemukan di alam dan banyak dimiliki pada tubuh kelelawar buah dari genus Pteropus. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) memastikan bahwa virus ini dapat melompat ke tubuh hewan lainnya, termasuk manusia.

“Jika virus menginfeksi tubuh, gejala yang muncul antara lain pembengkakan otak yang dikenal sebagai ensefalitis dan karena masalah tersebut, tubuh akan demam, sakit kepala, diikuti dengan kantuk, disorientasi, dan kebingungan,” ujar laporan tersebut.

“Orang yang terinfeksi virus Nipah dapat koma dalam waktu 48 jam setelah menunjukkan gejala,” tegas CDC.

Dari beberapa informasi, virus Nipah sangat mematikan dengan tingkat kematian hingga 75 persen menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO). Fakta ini bahkan mengungkapkan bahwa infeksi virus Nipah lebih berbahaya daripada Covid-19 yang hanya 2% secara keseluruhan.

Namun, menjadi catatan di sini adalah bahwa virus Nipah tidak mudah menular, beda dengan Covid-19. Pada kasus varian Delta misalnya, dari satu orang yang terinfeksi, dia bisa menularkan virus ke 7 orang di sekitarnya.

“Nah, pada infeksi virus Nipah, tingkat penyebarannya sangat kecil hanya 0,5% atau dari 1 orang yang terinfeksi, tidak lebih dari 1 orang yang berisiko terinfeksi,” menurut Pusat Keamanan Kesehatan Johns Hopkins.

Baca Juga

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker