Malaysia Bakal Stop Penggunaan Vaksin Sinovac Asal China

Dalam penganggulangan pandemi Covid di Malaysia, pemerintah negara jiran itu sebelumnya menyatakan menggunakan vaksin yang disetujui adalah Sinovac, AstraZeneca, CanSino Biologic China, dan vaksin Janssen dari Johnson & Johnson.

Malaysia juga berencana pada Jumat mendatang bakal mengumumkan keputusannya tentang apakah akan menambahkan vaksin Sinopharm China.

Dengan 880.782 kasus dan 6.613 kematian sejauh ini, Malaysia memiliki salah satu tingkat infeksi per kapita tertinggi di Asia Tenggara.

Sebagai informasi, pengumuman Malaysia berhenti menggunakan Sinovac itu keluar di tengah meningkatnya kekhawatiran dunia atas penularan virus corona varian baru, terutama Delta.

Bukan hanya Malaysia, Thailand pun sebelumnya pada pekan ini telah menyatakan akan menggunakan vaksin AstraZeneca sebagai suntikan dosis kedua bagi mereka yang sebelumnya pada dosis pertama diinjeksi Sinovac.

Kemudian di Indonesia, pemerintah RI memutuskan untuk menyuntikkan dosis ketiga vaksin sebagai booster bagi tenaga kesehatan (nakes) yang telah mendapatkan dua dosis Sinovac. Booster yang akan dipakai adalah produksi

Sementara itu, seperti dilansir Antara, Pemerintah China memastikan pihaknya terus mementingkan keamanan dan efektvitas vaksin yang diproduksi perusahaan Sinovac dan Sinopharm dalam penanggulangan Covid-19. Apalagi, dalam beberapa waktu terakhir bermunculan laporan-laporan yang mempertanyakan efektivitas vaksin COVID-19 buatan negara itu.

Laman sebelumnya 1 2 3Laman berikutnya
Sumber Berita
cnn Indonesia

Baca Juga

Berita Terkait
Close
Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker