Kisah Muslim India Bantu Pasien Covid-19, Jual Mobil Beli Oksigen Hingga Jadikan Masjid Tempat Perawatan Darurat

Abadikini.com, NEW DELHI – Badai Covid-19 di India membuat banyak orang mendedikasikan diri mereka untuk membantu sesama terlepas dari latar belakang agamanya. Umat Islam di India yang menjadi minoritas turut ambil peran membantu warga India tangani covid-19.

Baca Juga

Shahnawaz Shahalam Sheikh, misalnya, ia menjalankan “ruang perang COVID” di Mumbai untuk membantu orang-orang dengan tabung oksigen karena rumah sakit di seluruh India kehabisan stok gas tersebut.

Hal itu mendorong Sheikh, yang memutuskan menghabiskan semua tabungannya untuk membeli 30 tabung oksigen guna membantu orang-orang yang menderita virus tersebut.

“Teman saya kehilangan sepupunya karena rumah sakit dibebani oleh pasien COVID. Saya memutuskan untuk memberikan tabung oksigen kepada pasien yang sakit kritis sampai mereka dirawat di rumah sakit mana pun,” katanya dikutip dari Aljazeera, Jumat (30/4/2021).

Bahkan, Sheikh sampai menjual mobil SUV miliknya untuk membeli tabung oksigen. Dari 30 tabung, kini ia memiliki 200 tabung oksigen dan telah membantu hampir 6 ribu orang serta menyelamatkan banyak nyawa warga India.

“Setiap hari, kami mendapat ratusan panggilan untuk meminta bantuan. Terkadang kami bisa membantu dan terkadang tidak,” ucap dia.

Sheikh, yang sekarang dikenal sebagai Oxygen Man, mengatakan bahwa ajaran Nabi Muhammad menginspirasinya untuk mengambil inisiatif, yang dia harap akan membantu orang-orang melepaskan “citra negatif” tentang komunitas Muslim di negara tersebut.

“Ada begitu banyak hal negatif tentang Muslim di India saat ini. Saya ingin mengubah citra itu,” katanya.

Masjid-masjid di India dijadikan tempat perawatan pasien virus corona (Covid-19), demi membantu penanganan lonjakan kasus infeksi yang terus meningkat di negara itu.
Masjid Jahangirpura di negara bagian, kota Vadodara, Gujarat, menjadi salah satu yang diubah untuk merawat pasien corona dengan fasilitas 50 tempat tidur.

“Situasi Covid-19 di kota tidak baik, dan orang-orang tidak mendapatkan tempat tidur di rumah sakit. Jadi kami memutuskan untuk membuka fasilitas memberikan bantuan kepada orang-orang,” kata penjaga masjid, Irfan Sheikh, kepada Arab News, Rabu (28/4).

“Dalam beberapa hari setelah pembukaan fasilitas, semua 50 tempat tidur terisi, sehingga Anda bisa membayangkan tekanan seperti apa yang dialami rumah sakit,” imbuhnya.

Irfan menyatakan bisa menambah jumlah tempat tidur jika pasokan oksigen tersedia.

“Kami sedang kesulitan dalam pasokan oksigen dan masjid telah membuka ruang untuk melayani umat manusia yang mengalami infeksi,” kata Sheikh.

Meskipun fasilitas ini terletak di kawasan yang mayoritas Muslim, mereka tetap menerima pasien dari semua agama.

“Dari 50 pasien di tempat saya, sekitar 15 adalah non-Muslim. Kami melayani kemanusiaan, bukan agama” ujar Irfan.

Masjid lain di Kota Gujarat, juga menyediakan 142 unit tempat tidur yang dilengkapi dengan oksigen untuk merawat penduduk yang terinfeksi corona. Mereka juga menyiagakan 20 perawat dan tiga dokter.

“Kami dapat membuat fasilitas Covid-19 dengan seribu tempat tidur, tetapi kendalanya di pasokan oksigen,” kata anggota pengurus masjid, Ashfaq Malek Tandalja, kepada Arab News.

Menjadikan masjid untuk merawat pasien corona di Gujarat menjadi wujud solidaritas bagi sesama umat beragama. Sebab kota itu sempat terdampak bentrokan antara umat Hindu dan Muslim pada 2002 silam.

Akibat insiden itu, ribuan orang tewas dalam serangan dari kedua belah pihak.

Gujarat merupakan salah satu negara bagian yang paling terdampak akibat lonjakan kasus virus corona di India. Per Selasa (27/4) kasus infeksi harian di kota itu bertambah hampir 1.500 orang, dan angka kematian melebihi 150 orang.

Baca Juga

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker