Ruksamin Akan Beri Sanksi Tegas Jika Ada Pegawai Yang Tidak Mau Divaksin

Abadikini.com, WANGKUDU – Bupati Konawe Utara (Konut) Ruksamin mengatakan sanksi tegas akan dikenakan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) yang tidak mau divaksin Covid-19.

Ruksamin menegaskan, pembayaran Tunjangan Tambahan Penghasilan (TPP) sampai dengan honor Seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN), mulai dari Pengawai Negeri Sipil (PNS) dan honorer tidak akan dibayarkan jika tidak mau di vaksin.

“Pak Sekda saya insturksikan jangan bayarkan TPP pegawai bagi yang bersyarat untuk di vaksin, tapi tidak mau di vaksin. Termasuk dengan pegawai honorer jangan bayarkan. Dan jangan datang ketemu pimpinan daerah jika belum di vaksin,”tegas Ruksamin saat membuka kegiatan pelayanan vaksin covid-19 bagi ASN lingkup Organisasi Pimpinan Daerah (OPD) Konut, seperti disadur dari indosultra.com, Kamis (7/4/2021).

Penanganan dan Pencegahan penyebaran covid-19 atau virus Corona hingga saat ini terus menjadi perhatian serius Pemerintah Daerah (Pemda) Konawe Utara (Konut), bersama Satuan Tugas (Satgas) Covid Konut.

Mulai dari penyiapan fasilitas sarana dan prasarana penanganan covid, sosialisasi sampai dengan pemberian vaksinasi secara bertahap terus di genjot. Pemberian sanski tegas pun diberlakukan bagi yang tidak patuh pada instruksi pemerintah dalam rangka misi penyelamatan rakyat dari wabah mematikan itu.

Ketua DPW Partai Bulan Bintang (PBB) Sultra itu, menyampaikan, Pemerintah berada di garda terdepan untuk melindugin rakyat dari covid-19. Berbagai upaya penanganan sampai dengan pengadaan vaksin dilakukan agar pencegahan berjalan maksimal.

Sehingga, lanjut Ruksamin, dukungan dan kerjasama yang baik oleh semua pihak dalam memaksimalkan pencegahan covid-19 harus terjalin. Penekanan itu, dilakukan semata-mata untuk mensukseskan program vaksinasi yang dicanangkan pemerintah.

“Jangan kita mau dibodohi dengan berita hoaks soal suntikan vaksin. Semua sudah proses mulai leagilitasnya dan bahannya, semua dilakukan melalui penelitian sebelum di berikan ke masyarakat. Bahkan sudah di akui oleh MUI dan BPOM,”ujar Ruksamin.

“Tim vaksinator yang disiapkan dari tenaga medis juga sudah di latih dan berstifikat, jadi jangan ragu dan takut. Orangnya pun yang akan di vaksin harus memiliki syarat, diperiksa dulu. Kalau layak maka di vaksin, dan jika tidak maka tidak akan di lakukan,” ungkapnya.

Baca Juga

Back to top button