Sah, Pemerintah Resmi Ambil Alih Pengelolaan TMII dari Yayasan Harapan Kita

Abadikini.com, JAKARTA – Pemerintah telah resmi mengambil-alih pengelolaan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) dari Yayasan Harapan Kita.

Menteri Sekretaris Negara Pratikno menegaskan pihak Yayasan Harapan Kita diberi waktu 3 bulan untuk menyerahkan pengelolaan aset negara tersebut ke tim transisi yang dibentuk Kemensetneg.

“Dalam waktu tiga bulan pengelola yang ada sekarang ini harus memberikan laporan pengelolaan kepada tim transisi dan kemudian pengelolaan selanjutnya akan dibahas oleh tim transisi,” kata Pratikno dalam konferensi pers secara daring, Rabu (7/4/2021).

Menurut Pratikno, hal ini telah sesuai dengan bunyi Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 19 Tahun 2021 tentang Pengelolaan TMII.

Seperti dilihat Abadikini.com dari salinan Perpres yang diunduh dari laman resmi Sekretariat Negara, disebutkan bahwa sebelum dilakukan serah terima, Yayasan Harapan Kita dilarang membuat atau mengubah perjanjian terkait pengelolaan TMII dengan pihak lain tanpa persetujuan tertulis dari Kemensetneg.

Pratikno juga mengungkapkan bahwa TMII yang berada di lokasi yang strategis memiliki valuasi puluhan triliunan di tahun 2018 lalu. Dia menyebutkan bahwa kemungkinan saat ini bisa jauh lebih tinggi dibandingkan tahun 2018.

“Kawasan ini seluas 1.467.704 meter2. Jadi sekitar 146,7 hektare lebih. Berlokasi sangat strategis di Jakarta Timur, yang berdasarkan perhitungan Kemensetneg dan Kemenkeu valuasinya waktu itu tahun 2018 sebesar Rp20 triliun. Jadi mungkin harga pasar bisa jauh lebih dari itu untuk saat ini. Apalagi nanti saat pasca pandemi,” katanya.

Dia berharap dengan pengambilalihan ini akan membuat pengelolaannya semakin baik. Apalagi aset yang begitu luas dan strategis selama ini telah dikelola bersama-sama dengan lintas kementerian/lembaga, pemerintah daerah dan BUMN.

“Banyak bangunan-bangunan yang pengelolaannya bersama dengan kementerian dan lembaga di tingkat pusat dengan pemerintah daerah dan BUMN. Ini akan bisa dikelola dengan baik dan memberikan manfaat sebesar-besarnya untuk masyarakat. Dan berkontribusi untuk negara, terutama sekali adalah kontribusi keuangan,” ungkapnya.

Back to top button