Ketum Da’ina Ajak Kemenag untuk Kolaborasi Progam Da’i dan Medis

Abadikini.com, JAKARTA – Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menegaskan bahwa usulnha soal doa semua agama hanya berlaku untuk forum internal Kementerian Agama. Dan tidak untuk acara lain di luar Kemenag.

Baca Juga

“Saya ulang ya, ini untuk forum internal sebesar rakernas di Kemenag. Tidak untuk acara-acara formal di luar itu. Apalagi acara-acara kenegaraan,” kata Yaqut dalam keterangan tertulisnya.

“Berdoa adalah salah satu caranya. Dan ingat, di kementerian agama itu bukan Islam saja. Tapi agama lain juga ada. Maka semua harus didekatkan kepada Tuhannya,” kata Yaqut.

Menanggapi hal itu, Ketua Umum Dapur Da’i Nusantara (Da’ina) KH Masrur Anhar mengatakan bahwa Menag perlu kembali membuka sejarah berdirinya Departemen Agama.

Menurutnya, selama 75 perihal doa yang menggunakan doa Islam sudah final dan tidak ada satu agama pun yang mempersoalkan.

“Sebaiknya Menag lebih fokus bagaimana membuat suasana yang sudah teduh tetap teduh. Masih banyak program-program lain yang bisa diluncurkan untuk membangun kebersamaan antar umat beragama dan ormas,” kata Masrur Anhar.

Dia juga mengajak Kemenag untuk bersinergi dengan program Da’ina terbaru, yaitu kolaborasi Da’i, media, dan ekonomi dalam menghadapi pandemi Covid-19.

Menurutnya, di masa pandemi ini, peran da’i harus muncul dalam membantu pemerintah untuk pencegahan Covid-19. Sebab, saat ini peran da’i sangat dipercaya oleh jamaahnya.

“Kita sebagai da’i harus bisa meyakinkan jamaah, sebab, tak sedikit masyarakat yang tidak patuh protokol kesehatan. Insya Allah Da’ina sudah siap untuk kemaslahatan bangsa dan negara,” jelasnya.

Baca Juga

Back to top button