Militer Amerika Serikat Dituding Selundupkan Minyak dan Gandum Milik Warga Suriah ke Irak

Abadikini.com, SURIAH – Media pemerintah Suriah SANA pada, Kamis (1/4/2021) kemarin lewat media lokal setempat Sputnik News, melaporkan sebanyak 12 truk milik milter Amerika Serikat yang membawa berton-ton gandum dari silo di Suriah utara terlihat pergi ke negara tetangga Irak melalui penyeberangan perbatasan ilegal.

Media SANA mengatakan bahwa gandum telah dicuri dari silo di Tal Alou di Provinsi Al-Hasakah, Suriah.

Selain mencuri tanaman, pejabat Suriah mengatakan AS telah lama menghabiskan minyak Suriah, yang diyakini menjadi salah satu alasan utama dibalik kehadiran militer yang berkelanjutan di Republik Arab.

Sementara, Rusia mengatakan pihaknya terus menerima laporan harian tentang konvoi AS yang mentransfer minyak dan biji-bijian dari Suriah ke Irak.

Rusia menunjukkan bahwa 300 truk minyak melintasi perbatasan Suriah-Irak pada 23 Maret 2021 saja seperti yang dipastikan dari informasi dalam laporan yang diterima.

Pada 26 Maret, sumber-sumber lokal di kota al-Malikiyah di timur laut Suriah melaporkan 18 kendaraan militer AS, berisi dengan tanaman gandum melewati perbatasan Semalka, dan menuju ke wilayah Irak.

Mantan Presiden Donald Trump sebelumnya pada 2018 berjanji menarik pasukan AS dari Suriah, sebagai janji pemilu tahun 2016 untuk menghentikan perang.

Namun, Trump berubah pikiran dan menyebutkan pasukan AS akan tetap berada di Suriah untuk ‘mengamankan minyak’ dari tangan teroris.

Sementara, Presiden AS yang baru Joe Biden tidak mengubah kebijakan pemerintahan sebelumnya.

Pada Februari 2021 lalu, Menteri Luar Negeri Rusia,Sergei Lavrov mengatakan Moskow telah menerima informasi yang menunjukkan bahwa Amerika Serikat berencana untuk tinggal di Suriah tanpa batas waktu, ‘bahkan sampai menghancurkan negara ini’.

Pasukan AS telah ditempatkan di timur laut kaya minyak Suriah sejak 2017, meski tak pernah diundang ke Republik Arab. Selain itu pendudukan pasukan AS juga tidak diizinkan oleh Dewan Keamanan PBB.

Presiden Suriah Bashar al-Assad telah berulang kali menyatakan bahwa kehadiran Amerika Serikat di negaranya itu bersifat ilegal dan melanggar kedaulatan Suriah.

Baca Juga

Back to top button