Aktivis Muda NU Ingatkan SBY Sangat Dekat dengan FPI dan HTI

Abadikini.com, JAKARTA – Aktivis Nahdlatul Ulama (NU) Muhamad Guntur Romli menilai gerak-gerik eks Sekretaris Umum Front Pembela Islam (FPI) Munarman sangat dekat dengan Partai Demokrat kubu Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Dalam acara Seruput Kopi pegiat sosial Edi Kuntadhi melalui Channel Youtube CokroTV, Guntur Romli menilai FPI memiliki keterkaitan erat dengan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) selama menjadi Presiden RI.

Guntur Romli mengatakan, bahwa selama dua periode SBY, organisasi radikal seperti FPI dan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) mendapat ruang berekspresi yang begitu luas.

“Padahal sejatinya FPI dan HTI ini adalah kelompok radikal yang anti kebebasan berekpresi. Tetapi keberadaan mereka dibela oleh kalangan demokrat naif dengan dalih kebebasan berserikat dan berkumpul,” kata Muhamad Guntur Romli, Sabtu (27/3/2021).

Oleh sebab itu, Guntur Romli menilai selama sepuluh tahun masa kepemimpinan SBY dan Partai Demokrat mereka seakan-akan mendapatkan dukungan dari kelompok front demokrasi semu.

“Pada masa SBY itu juga ada dukungan-dukungan dari front demokrasi, tetapi naif. Demokrasi diartikan kebebasan yang seluas-luasnya. Tidak ada filter, tidak ada perlawanan terhadap radikalisme, tidak ada perlawanan terhadap hate speech,” ungkap Muhamad Guntur Romli.

Diberitakan sebelumnya, Pendiri NII Crisis Center, Ken Setiawan menanggapi sinis pernyataan mantan Sekretaris Umum Front Pembela Islam (FPI) Munarman yang siap membela secara hukum Partai Demokrat bila diminta oleh Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Lebih lanjut Ken menjelaskan, Munarman menawarkan pembelaan kepada Partai Demokrat kubu AHY  adalah bagian dari upaya mencari simpati dan dukungan karena FPI sudah menjadi organisasi yang dilarang oleh negara.

“Pernyataan Munarman tersebut lantaran ada kecenderungan pemerintahan sebelumnya menerima dengan kehadiran FPI,” pungkas Ken.

Baca Juga

Berita Terkait
Close
Back to top button