STKIP Bima Gelar Kuliah Umum Tentang Kebutuhan SDM Ekonomi Islam di Era 4.0 

Abadikini.com, BIMA – Program Studi Pendidikan Ekonomi STKIP Bima selenggarakan kuliah umum tentang kebutuhan SDM ekonomi Islam di Era 4.0 dengan menghadirkan dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mataram, Kamis (25/3/2021) kemarin.

Ketua STKIP Bima Dr. Nasution menyampaikan bahwa kuliah umum bertujuan untuk memberikan pengetahuan baru bagi mahasiswa dalam rangka kesiapan mereka sudah sejauh mana mereka telah mempersiapkan diri di era revolusi 4.0.

Menurutnya, kedepan pekerjaan lebih banyak dikerjakan oleh mesin, namun secanggih apapun mesin sumber daya manusia tetap dibutuhkan, tentu dengan kemampaun yang maksimal.

“Alumni kita apakah sudah siap bersaing dengan kampus lain, sebab di Indonesia ada ribuan Prodi Ekonomi dan 800-an prodi Ekonomi Syariah yang talah dikembangkan diberbagai kampus, dengan jumlah alumni dari berbagai kampus tersebut sejauh mana kemampuan mereka untuk bersaing,” kata Nasution.

Untuk itu dia, pihak kampus mengundang Dr. M Irwan dari Kampus Universitas Matraman sebagai narasumber memberikan kuliah umum kepada mahasiswa STKIP Bima.

“Narasumber menyampaikan materi terkait bagaimana dan aspek apa saja yang harus dipersiapkan oleh lembaga atau kampus yang melahirkan alumni atau sarjana ekonomi,” ujarnya.

Suasana Kuliah Umum Mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi STKIP Bima. Foto: Istimewa

Sementara itu, Dr. M Irwan menjelaskan perbedaan mendasar antara Ekonomi Konvensional dengan Ekonomi Islam. Menurtnya, Ekonomi Konvensional selalu berbicara kebutuhan yang tidak terbatas sementara Sumber Daya yang terbatas. Sedangkan Ekonomi Islam justru membahas kebutuhan yang terbatas sedangkan sumber daya yang tidak terbatas.

“Kalau di ekonomi konvensional semuanya dinilai dengan uang sedangkan di Ekonomi Islam selalu berdasar pada Al-Qur’an dan Al-Hadits.
Dan di Ekonomi Islam sumber daya itu ditambah Air, Udara, Angin,” kata Irwan.

Ketua Prodi Pendidikan Ekonomi STKIP Bima, Burhanuddin menambahkan, materi yang disampaikan dalam kuliah umum tersebut antara lain, “bahwa Indonesia merupakan sebuah Negara yang konsumen terbesar di Asia, secara politik ekonomi kita melihat bahwa tidak ada Negara industri yang tidak melakukan hubungan baik dengan Indonesia, karena peluang untuk menjual produk sangat tinggi ke Indonesia,” ujarnya.

Untuk itu kata dia, Prodi Pendidikan Ekonomi STKIP Bima terus melakukan pengembangan. “Termasuk menerapkan kurikulum berbasis KKNI, menyelenggarakan kurikulum yang sesuai dengan tuntutan zaman, salah satunya merekan harus memiliki keterampilan, hal tersebut merupakan untuk menjawab tantangan di masa mendatang,” ujarnya.

Terkait dengan kesiapan mahasiswa akan menyandang gelar sarjana, Burhanuddin menegaskan bahwa “karir yang dapat dikembangkan oleh alumni pendidikan ekonomi bahwa akan dapat bekerja diberbagai tempat, baik di pemerintahan maupun di tempat swasta lainnya, dengan modal teori dan keterampilan yang dimiliki,” tegasnya.

Acara kuliah umum ini diikuti dengan antusias oleh sekitar 80 orang mahasiswa Prodi Pendidikan Ekonomi STKIP Bima dan para Dosen Prodi Pendidikan Ekonomi. Kuliah umum dimulai jam. 09.00 WITA dan berakhir pada jam 12.00 WITA.

Baca Juga

Back to top button