Rudal Taiwan Bidik 20 Pesawat Militer China yang Masuk Zona Identifikasi Pertahanan

Abadikini.com, JAKARTA – Kementerian pertahanan Taiwan mengambil sikap tegas atas dua puluh pesawat militer China yang memasuki zona identifikasi pertahanan udara, Jumat (26/3/2021).

Manuver 20 pesawat militer China itu merupakan serangan terbesar yang pernah dilaporkan oleh kementerian pertahanan Taiwan dan menandai memanasnya ketegangan di Selat Taiwan.

Kementerian pertahanan Taiwan mengatakan 20 puluh pesawat China yang menerobos pada Jumat sebagian terdiri dari empat pembom H-6K berkemampuan nuklir dan 10 jet tempur J-16. Pengerahan pesawat jenis ini dalam jumlah besar tidak biasa dan terjadi ketika angkatan udara Taiwan menangguhkan semua misi pelatihan setelah dua jet tempurnya jatuh minggu ini.

Bahkan kementerian pertahanan Taiwan menginstruksikan angkatan udara untuk mengerahkan rudal untuk “memantau” serangan ke bagian barat daya zona identifikasi pertahanan udaranya itu, demikian bunyi laporan Reuters, Kamis (26/3/2021).

Angkatan udara Taiwan juga memberikan peringatan melalui radio kepada 20 pesawat militer China itu.

Beberapa pesawat China terbang di wilayah udara di selatan Taiwan dan melewati Selat Bashi yang memisahkan pulau itu dari Filipina, kata kementerian pertahanan Taiwan.

Seseorang yang mengetahui rencana strategi pertahanan Taiwan mengatakan kepada Reuters bahwa militer China sedang melakukan latihan yang akan mensimulasikan operasi terhadap kapal perang Amerika Serikat (AS) yang berlayar melalui Selat Bashi.

Cina, yang mengklaim Taiwan sebagai wilayahnya yang berusaha memisahkan diri, telah meningkatkan aktivitas militer di dekat pulau Taiwan dalam beberapa bulan terakhir, sebuah tindakan yang menurut Taiwan membahayakan stabilitas regional.

Belum ada komentar langsung dari kementerian pertahanan China terkait insiden ini. Beijing seringkali mengatakan latihan semacam itu bukanlah hal yang aneh dan dirancang untuk menunjukkan tekad negara untuk mempertahankan kedaulatannya.

Sebelumnya pada hari Jumat, Taiwan dan AS menandatangani perjanjian pertama mereka di bawah pemerintahan presiden baru Joe Biden, membentuk Kelompok Kerja Penjaga Pantai untuk mengoordinasikan kebijakan pertahanan bersama, setelah China mengesahkan undang-undang yang memungkinkan penjaga pantainya menembaki kapal asing.

Meskipun AS, seperti kebanyakan negara, tidak memiliki hubungan diplomatik formal dengan Taiwan, AS terikat oleh undang-undang untuk membantu Taiwan mempertahankan diri dan merupakan pemasok senjata utama pulau itu.

Baca Juga

Back to top button