Trending Topik

Rentetan Masalah Menimpa Habib Rizieq, Dimana Posisi Gerangan Prabowo?

Abadikini.com, JAKARTA – Sosiolog Arief Munandar menyinggung nama Prabowo Subianto dalam sejumlah kasus yang tengah menimpa pentolan eks FPI Habib Rizieq Shihab (HRS).

Menurutnya, masyarakat selalu bertanya kemana Prabwo Subianto ditengah proses persidangan yang sudah berjalan di PN Jakarta Timur.

“Di tengah rentetan masalah yang menimpa Habib Rizieq Shihab (HRS) dan FPI, masyarakat bertanya-tanya kembali di mana posisi gerangan Prabowo Subianto?,” kata Arief seperti dikutip dari kanal Youtube Bang Arief, Kamis (25/3/2021).

Soal pertanya masyarakat tersebut dikatakan Arief, wajar saja sebab Prabowo adalah capres yang menjadi rival Jokowi. Selain itu kata dia, Rizieq Shihab adalah salah satu tokoh umat Islam yang mendukung penuh Prabowo saat maju calon Presiden lalu.

“Prabowo Subianto adalah Capres yang menjadi rival Pak Jokowi dalam Pilpres pada 2019 yang lalu dan beliau maju karena dukungan umat Islam yang dimotori antara lain Habib Rizieq Shihab (HRS),” ungkapnya.

Arief menjelaskan, sosok yang menjadi rival Jokowi itu kini pada akhirnya ditunjuk sebagai Menteri Pertahanan.

“Kemudian Prabowo masuk kabinet dengan alasan rekonsiliasi nasional dari pihak-pihak yang selama ini berkompetisi,” jelas Arief.

“Menjadi pertanyaan besar apakah mungkin membangun rekonsiliasi nasional dengan mengeksklusi Habib Rizieq Shihab (HRS) yang secara de facto adalah tokoh oposisi,” katanya lagi.

Arief juga mempertanyakan perihal alasan Prabowo Subianto bergabung dalam kabinet Presiden Jokowi.

“Apa yang merupakan alasan dari Pak Prabowo Subianto untuk bergabung ke dalam kabinet Pak Jokowi. Ternyata gue nemuin ada satu video pada media sosialnya Pak Prabowo berpidato di hadapan kader-kadernya Gerindra yang menjelaskan alasan tadi,” bebernya.

Dengan memperlihatkan video tersebut, nampak Prabowo Subianto menjelaskan alasan masuk dalam kabinet Presiden Jokowi adalah rekonsiliasi nasional.

“Sangat tidak masuk akal ketika Prabowo membicarakan rekonsiliasi nasional tapi dia tidak berusaha menjadi jembatan untuk HRS sebagai tokoh oposisi dengan Pemerintah Presiden Jokowi,” tegasnya.

Baca Juga

Back to top button