Berkelana ke Pulau Biawak, Indramayu

Abadikini.com, JAKARTA – Tapi tahukah Anda kalau tak terlalu jauh dari Jakarta, tepatnya di pesisir utara Indramayu juga terdapat sebuah pulau yang banyak dihuni oleh kadal raksasa?

Seperti namanya, Pulau Biawak merupakan habitat alami satwa liar biawak. Dulunya pulau ini tertutup untuk umum karena dijadikan lokasi penelitian milik pemerintah.

Keberadaan Pulau Biawak sebenarnya sudah populer sejak dulu. Bukan sebagai tempat wisata tentunya. Sebelum Indonesia merdeka, penjajah Belanda menganggap Pulau ini amat sangat berbahaya karena berada di jalur pelayaran. Oleh karena itu, dibangunlah mercusuar sebagai penanda bagi kapal-kapal yang ada di sekitarnya. Mercusuarnya sendiri dibangun Ikeh ZM Wilem dan kini usianya sudah ratusan tahun. Meski begitu, hingga saat ini tetap difungsikan sebagai pemandu.

Namun kini, asalkan berani, Anda bebas untuk menjelajahi setiap jengkalnya.

Begitu perahu merapat di pantai Pulau Biawak yang berpasir putih, Anda akan langsung disambut oleh megahnya mercusuar kuno setinggi 65 meter yang sudah ada sejak jaman Belanda. Sungguh pemandangan yang luar biasa!

Anda dapat naik ke puncak mercusuar tersebut melalui tangga berputar untuk melihat seluruh bagian pulau.

Tak hanya di daratan saja, pemandangan alam bawah laut sekitar Pulau Biawak pun tak kalah cantiknya. Dan Anda dapat menikmati indahnya bunga karang dan ikan-ikan beraneka warna tersebut sambil snorkeling.

Pulau Biawak, Indramayu, Jawa Barat. Foto: Istimewa

Kalau Anda cukup bernyali, cobalah jelajahi hutan bakau yang terdapat di pulau ini, siapa tahu dapat bertemu langsung dengan “sepupu” komodo yang sedang melintas di sela-sela pepohonan.

Meskipun tak seagresif komodo, namun biawak dewasa dapat tumbuh sepanjang tiga meter dan juga bisa menggigit! Dan ingat, apabila berpapasan dengan mereka, waspadailah sabetan ekornya, karena itu adalah senjata yang mereka gunakan jika merasa terancam.

Ada ratusan biawak yang tinggal atau menempati Pulau di Indramayu ini. Tidak heran jika Pemerintah setempat memberikan Julukan Pulau Biawak. Jika datang ke sini, Teman Traveler akan sering menemukan biawak. Saat menjelang senja biasanya ratusan biawak akan bergerak ke bibir pantai untuk mencari makanan.

Selain biawak, Pulau yang luasnya mencapai 120 hektare ini juga menjadi rumah bagi hamparan hutan bakau hijau. Pohon-pohonnya lebat dan menjulang tinggi menciptakan pemandangan alam yang indah dan membuat udara juga jadi lebih sejuk. Bisa jadi tempat berteduh sambil mengawasi biawak yang rata-rata memiliki panjang hingga 1,5 meter.

Selain itu, Di Pulau ini ternyata juga ada beberapa makam tokoh penting dan sering dikunjungi sebagai destinasi wisata religi atau ziarah. Beberapa makam di antaranya adalah Makam Shekh Imam, seorang ulama yang menyebarkan Agama Islam di Indramayu. Kemudian ada juga Makam Z.M Willem III sang pembuat mercusuar.

Untuk menuju ke Pulau Biawak juga tidak begitu sulit lho. Teman Traveler bisa menyewa perahu dari Pelabuhan Muara Karangsong dengan waktu tempuh sekitar 4 jam.

Baca Juga

Back to top button