Intelijen AS Ungkap Rencana Serangan Mengerikan dari Garda Revolusi Iran

Abadikini.com, WASHINGTON DC – Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran membahas persiapan “serangan bergaya USS Cole” terhadap pangkalan Angkatan Darat Fort McNair di dekat Washington DC. Hal ini diungkapkan oleh Badan Kemanan Nasional (NSA) Amerika Serikat (AS) berdasarkan data yang diperoleh dari hasil penyadapan pada bulan Januari lalu.

NSA juga mengungkapkan bahwa IRGC mentargetkan untuk membunuh Wakil Kepala Staf Angkatan Darat AS Jenderal Joseph M. Martin.

Serangan yang dimaksud itu adalah mengacu pada serangan bunuh diri Oktober 2000 di mana sebuah perahu kecil berhenti di samping kapal perusak USS Cole Angkatan Laut AS di pelabuhan Aden, Yaman, dan meledak. Setidaknya 17 pelaut AS tewas dalam serangan itu.

Mengutip laporan AP, Senin (22/3/2021), komunikasi yang disadap berpusat pada opsi militer potensial untuk membalas kematian mantan komandan pasukan Quds, Jenderal Qassem Soleimani, oleh serangan drone AS di Baghdad pada Januari 2020.

Komandan militer Teheran dilaporkan tidak puas dengan serangan balik mereka sejauh ini, khususnya serangan rudal balistik di pangkalan udara Ain al-Asad di Irak pada hari-hari setelah pembunuhan Soleimani.

Tidak ada anggota militer AS yang tewas dalam serangan rudal itu, tetapi ratusan dari mereka menderita gegar otak.

Pengungkapan oleh intelijen Amerika itu terjadi ketika Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei mengatakan bahwa Iran tidak mempercayai janji AS tentang pencabutan sanksi dan bahwa Teheran hanya akan kembali ke komitmennya di bawah kesepakatan nuklir 2015 setelah Washington sepenuhnya mengakhiri sanksi.

“Kami mempercayai Amerika pada masa (mantan Presiden AS Barack) Obama dan (kami) memenuhi komitmen kami. Tetapi mereka tidak melakukannya,” ujarnya.

“Amerika Serikat mengatakan di atas kertas bahwa sanksi akan dicabut, tetapi mereka tidak mencabut sanksi dalam praktiknya,” kata Khamenei dalam pidatonya di stasiun televisi pemerintah.

“Janji mereka tidak memiliki kredibilitas bagi kami.”

Intelijen AS juga mengungkapkan ancaman Iran untuk membunuh Jenderal Joseph M. Martin.

Pangkalan Fort McNair, salah satu yang tertua di Amerika, adalah kediaman resmi Jenderal Martin.

Ancaman itu adalah salah satu alasan bagi Angkatan Darat AS untuk lebih memperkatat keamanan di sekitar Fort McNair, yang berada di samping Distrik Waterfront di dekat Washington DC yang ramai.

Pentagon, Dewan Keamanan Nasional dan NSA tidak membalas atau menolak berkomentar ketika dihubungi oleh AP.

Para pejabat District of Columbia (DC) telah melawan langkah-langkah peningkatan keamanan di sepanjang saluran Distrik Waterfront. Sedangkan Angkatan Darat hanya menawarkan informasi yang tidak jelas tentang ancaman terhadap pangkalan.

Pada pertemuan virtual di bulan Januari untuk membahas pembatasan yang diusulkan, Mayor Jenderal Angkatan Darat Omar Jones, komandan Distrik Militer Washington, mengutip ancaman “yang kredibel dan spesifik” terhadap para pemimpin militer yang tinggal di pangkalan itu.

Tetapi satu-satunya ancaman keamanan khusus yang dia tawarkan adalah tentang seorang perenang yang berakhir di pangkalan dan ditangkap.

Baca Juga

Berita Terkait
Close
Back to top button